Tiga Menteri Jokowi Sepakat Visi PDIP soal Pariwisata Indonesia

Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana

MONITOR, Jakarta – Jajaran Pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin sejalan dengan visi DPP PDI Perjuangan (PDIP) dalam pembangunan serta kebangkitan pariwisata Indonesia yang mendorong integrasi dengan politik hijau dan gerakan menanam pohon.

Hal itu terungkap dalam paparan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka menjadi pembicara dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Nasional DPP PDIP Bidang Pariwisata yang digelar secara virtual, Jakarta, Rabu (7/4/2021).

Untuk diketahui, di dalam rakor ini, PDIP menyasar gerakan kebangkitan pariwisata Indonesia pascapandemi Covid-19 yang terintegrasi dengan kebijakan pro-lingkungan hidup dan kedaulatan pangan. Sehingga gerakan menanam pohon dan kuliner berbasis 10 tanaman pangan pendamping beras digalakkan dan menjadi jalan hidup para kader partai. PDIP juga mendorong agar dikembangkannya wisata edukasi atau eduwisata.

Menurut Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, setiap tahun, bersama Presiden Joko Widodo, selalu dilakukan program penanaman pohon oleh pihaknya. Setidaknya dua kali dalam setahun, yakni saat Hari Air Dunia pada 22 Maret dan pada Hari Bakti PU di 3 Desember.

“Kami bersama dengan Bapak Presiden Joko Widodo menanam,” ungkapnya.

Basuki menyampaikan, sarana dan prasarana yang selama ini dibangun oleh negara dijadikan lokasi penghijauan. Termasuk di jalan tol Sumatera, penanaman dilaksanakan agar menjadikan jalan tol menjadi hijau.

Bila dikaitkan dengan pariwisata, Basuki mengatakan bahwa Indonesia sangat bisa bersaing. Sebab, menurut Basuki, alamnya sangat unik dan khas. Misalnya tak ada duanya Raja Ampat Papua atau Labuan Bajo di negara lain.

Untuk itu, Basuki menuturkan, Kementerian PUPR mengambil kesempatan di masa pandemi untuk memperbaiki performa infrastruktur fisik destinasi wisata di Indonesia. Termasuk keterjangkauan, ketersediaan air, hingga toilet.

Basuki mengklaim, pihaknya juga ikut membantu masyarakat untuk menjadikan rumahnya menjadi homestay. Jadi tidak semua tamu yang datang tinggal di hotel besar.

“Jadi di tengah pandemi ini kita berkesempatan untuk mengembangkan kawasan destinasi wisata. Di PUPR, kita bertanggungjawab untuk renovasi dan peningkatan kawasan destinasi,” ujarnya.

Sementara Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi niat PDIP untuk mendorong pengembangan eduwisata argo maritim.

“Kami menyambut baik inisiatif PDI Perjuangan untuk mengembangkan eduwisata agro maritim. Ini sejalan dengan prioritas Kementerian Koperasi yang ingin mengembangkan koperasi di sektor produktif. Sektor pertanian, pertenakan dan perikanan yang menjadi basis ekonomi rakyat,” katanya.

Teten juga menjelaskan, pemerintah terus berusaha menciptakan ekonomi yang berbasis keadilan. Yang pertama dilakukan adalah membuka akses UMKM terhadap lahan. Pihaknya pun membantu lewat koperasi untuk menyalurkan bantuan pinjaman lahan bagi para penerima bantuan.

Selanjutnya, peningkatan akses UMKM terhadap pembiayaan. Salah satunya KUR tanpa bunga dan menaikkan maksimal plafon pinjaman. Yang ketiga, meningkatkan akses SDM UMKM terhadap inovasi dan teknologi.

Selain kedua menteri tersebut, Menteri Sosial Tri Rismaharini, mengungkapkan bahwa sebenarnya pariwisata itu bisa diciptakan dengan kekayaan budaya yang dimiliki. Sebagai mantan Wali Kota Surabaya, menurut Risma, sebagai kota terbesar kedua di Indonesia itu tak punya pemandangan alam yang bagus. Bahkan kota itu pernah dianggap sebagai salah satu kota yang paling pantas.

Namun, bersama warga Surabaya, Risma mengaku mampu mengolah potensi kebudayaan yang ada. Termasuk berhasil membangun infrastruktur pariwisata sehingga menerima penghargaan terbaik se-Indonesia selama tiga tahun berturut-turut.

“Jadi kepala daerah jangan menyerah jika tak punya pemandangan alam bagus. Kita bisa olah potensi yang ada untuk dijual sebagai pariwisata,” ungkapnya.

“Contohnya, saat saya menutup kawasan Dolly, saya cari cara menggerakkan masyarakat di sana untuk berusaha menjadi UKM. Dan di sana menjadi tempat pembelajaran, orang datang dari daerah-daerah seluruh Indonesia. Jadi sekali lagi, bahwa wisata tak mesti terkait kecantikan alam,” ujar Risma melanjutkan.

Sementara Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, mengatakan bahwa para kader partai harus menjadi pioner kebangkitan. Berhadapan dengan tantangan berat di tengah pandemi Covid-19 saat ini, tak ada pilihan lain selain berinovasi dan beradaptasi dengan keadaan. Tentu saja, sesuai perintah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, semuanya harus solid bergerak bersama-sama.

“Mari jadikan rakor ini untuk meneguhkan politik membangun peradaban, bangga dengan kebudayaan kita, menyentuh hal sederhana tapi penting. Yakni merawat bumi dan merawat lingkungan kita. Mari jadikan kegiatan partai kita, yang membumi dan membangun kehidupan rakyat yang lebih baik,” katanya.

Sekadar informasi, rakor itu dipimpin langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri yang hadir secara virtual, serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto yang hadir di kantor pusatnya di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat.

Selain Hasto, jajaran DPP PDIP lain juga hadir, seperti Sadarestuwati, Wiryanti Sukamdani, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning dan Eriko Sotarduga. Sejumlah Anggota DPR RI juga hadir seperti Andreas Hugo Pareira yang menjadi moderator. Ratusan pengurus DPC dan DPD PDIP dari seluruh Indonesia menjadi peserta acara itu.

Selain Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki dan Menteri Sosial Tri Rismaharini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi juga turut hadir dalam rakor tersebut.