HUMANIORA

Rokhmin Dahuri: Perguruan Tinggi harus Menjawab Tantangan Revolusi Industri 4.0

MONITOR, Buleleng – Pakar Kemaritiman yang juga guru besar fakultas perikanan dan ilmu kelautan IPB University, Prof Rokhmin Dahuri mengatakan bahwa era revolusi industri 4.0 saat ini mengharuskan perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri (beradaptasi) menjawab tantangan zaman yang ditandai dengan otomatisasi, koneksivitas dan digitalisasi berbagai bidang.

“Mengutif dari World Economic Forum (WEF) tahun 2018, Pada 2022 sekitar 75 juta pekerjaan akan digantikan oleh otomasi robot. Pada saat yang sama, sekitar 133 juta pekerjaan baru akan tercipta yang merupakan hasil kolaborasi antara interaksi manusia, mesin, dan algoritma (AI),” kata Prof Rokhmin saat menjadi narasumber Kuliah Umum (Stadium General) “Positioning Undiksha untuk Menjadi World Class University di Era Revolusi Industri 4.0” di Kampus Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Buleleng, Bali, Senin (5/4/2021).

Menurut Ketua Umum Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu, perguruan tinggi di era revolusi industri 4.0 memiliki delapan karakteristik yaitu: Pertama, bukan kumpulan sivitas akademika tetapi partisipasi sivitas akademika dalam inovasi sosial. Kedua, bukan alih pengetahuan tetapi rekonstruksi pengetahuan dengan peserta didik.

Ketiga, bukan pengguna pengetahuan tetapi produksi pengetahuan (konsep, model, data, klasifikasi, purwarupa) dan kekayaan intelektual. Keempat, pengembangan dan produksi teknologi tepat guna untuk implementasi pengetahuan menjadi realitas. Kelima, pengembangan usaha perintis (start-ups). Keenam, pengembangan jejaring komunikasi untuk koordinasi subyek terhadap isu-isu strategis. Ketujuh, pajangan kisah sukses untuk hasil inovasi atau praktik baru. Kedelapan, kemandirian administrasi dan keuangan. 

Rokhmin Dahuri yang juga mantan Menteri Kelautan dan Perikanan tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi perguruan tinggi dengan pemerintah daerah dan instansi perusahaan swasta utamanya dalam mengaplikasikan hasil riset dan inovasinya melalui harmonisasi kerjasama antar pemangku kepentingan.

“Pemerintah, termasuk pemerintah daerah, harus melibatkan Perguruan Tinggi (PT), baik negeri maupun swasta, dalam menyusun rencana pembangunan. Perguruan Tinggi sendiri merupakan gudang ilmu, sehingga segala kebijakan yang dibuat oleh pemerintah adalah yang berbasis keilmuan untuk mengurangi pengambilan keputusan berdasarkan ramalan atau perasaan,” ujar Ketua Dewan Pakar MPN (Masyarakat Perikanan Nusantara) itu.

Apalagi jelas Rokhmin Dahuri di daerah sudah ada Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) yang harus bekerja membantu dalam perencanaan dan perumusan kebijakan. Termasuk merangkul pihak PT yang kompeten.

“Fakta empiris menunjukkan bahwa pemanfaatan ilmu pengetahuan berdampak positif bagi masyarakat. Bahkan dari zaman Romawi Kuno itu menunjukkan bahwa yang makmur adalah mereka yang mengutamakan iptek. Oleh karena itu lebih banyak dikumpulkan dari ilmu pengetahuan,” tegas Member of International Scientific Advisory Board of Center for Coastal and Ocean Development, University of Bremen, Germany itu.

Recent Posts

Deposit Judol Nominal Kecil Bisa Sasar Anak-anak, Legislator Minta Putus Aliran Dana Pelaku Judi Online

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR, Junico Siahaan menyoroti perubahan pola transaksi dalam aktivitas…

7 menit yang lalu

Dalam Sebulan, Prodi PAI FITK UIN Jakarta Hantarkan 4 Proposal Riset Kolaboratif ke Kompetisi BRIN 2026

MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…

4 jam yang lalu

Komisi IX DPR Soroti 6 Ribu Bayi Meninggal Tiap Tahun

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…

17 jam yang lalu

Soroti Praktik TPPO Berkedok Perjalanan Wisata, Legislator Desak Pemerintah Perbarui Strategi Pencegahan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…

17 jam yang lalu

Marak Kecelakaan Kapal, Puan Soroti Minimnya Faktor Keamanan Transportasi Laut

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…

17 jam yang lalu

DeepTalk Indonesia: Kasus Hukum Febrie Adriansyah Momentum Reformasi Kejaksaan

MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…

19 jam yang lalu