Pasca Teror Mabes Polri, Bamsoet Ingatkan Aparat Lebih Waspada

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo

MONITOR, Jakarta – Serangan teror di Mabes Polri pada Rabu, 31 Maret 2021 kemarin sore harus dijadikan sebagai alarm keras agar mewaspadai upaya serangan kelompok teroris.

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan, agar aparat kepolisian di berbagai daerah perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya dalam menjaga objek vital masyarakat.

“Polri, BIN, BAIS, dan berbagai aparat keamanan lainnya harus memperkuat kegiatan intelijen, sehingga bisa mendeteksi dini kemungkinan terjadinya pergerakan teroris. Begitupun dengan BNPT hingga TNI yang harus memaksimalkan perannya,” kata politikus yang akrab disapa Bamsoet ini, dalam keterangannya, Rabu (31/3/2021).

Menurutnya, keberadaan UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, menjadikan tidak ada alasan lagi bagi aparat hukum untuk mengatakan bahwa mereka tidak memiliki kewenangan cukup dalam penanggulangan terorisme seperti terjadi di tahun-tahun sebelumnya.

Mantan Ketua DPR RI ini pun mengingatkan masyarakat untuk tidak menghubungkan pakaian khas agama yang digunakan penyerang Mabes Polri dengan agama tertentu. Sehingga, tidak perlu ada stigma bahwa teroris berasal atau membawa salah satu agama.

“Walaupun penyerangan di Mabes Polri dilakukan oleh orang yang menggunakan pakaian khas muslim, bukan berarti penyerang mencerminkan kondisi penduduk muslim seutuhnya. Siapapun dengan motif apapun bisa berada dibaliknya. Muslim Indonesia adalah muslim yang Rahmatan Lil Alamin, dengan mengedepankan nilai tasamuh (toleran), tawazun (seimbang/harmoni), tawassuth (moderat), dan ta’adul (keadilan). Sikap si penyerang tersebut sangat jauh dari itu semua,” tegasnya.