Kubu Moeldoko Ditolak, Demokrat DKI: Terimakasih Kemenkumham

Ketua DPD Partai Demokrat Jakarta, Santoso/ dok: Asep Saepuddin

MONITOR, Jakarta – Pertempuran Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko, melawan putra sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), akhirnya terjawab sudah. Kepemimpinan sah partai Demokrat dimenangkan okleh AHY.

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat di seluruh Indonesia yang mendukung AHY pun ramai-ramai mengucapkan rasa syukurnya atas kemenangan AHY tersebut.

DPD Partai Demokrat DKI Jakarta misalnya. Dibawah komando Santoso, DPD Partai Demokrat DKI menyatakan kemenangan AHY merupakan bukti pemerintah berpihak kepada kebenaran.

“Dari awal DPD Partai Demokrat Jakarta, meyakini kalau Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang dibuat Moeldoko Cs abal-abal,” ujar Santoso dalam keterangannya kepada MONITOR.

Karena KLB abal-abal, anggota Komisi lll DPRD ini pun meyakini kalau keberadaan mereka akan ditolak oleh pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

“Sekarang semuanya terbukti, Kemenkumham menolak hasil KLB. Semuanya jelas dan terang benderang, kebenaran itu akhirnya diperlihatkan juga,” ungkapnya.

Mantan anggota DPRD DKI periode 2014-2019 pun menyebut, kalau keberadaan KLB jelas ilegal tidak sesui dengan anggaran dasar dan anggarann rumah tangga (AD/ART) Partai Demokrat tahun 2020 dan Undang-undang (UU) partai politik serta ketentuan lainnya tentang partai politik di Indonesia.

“Selamat untuk Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat AHY dan terimakasih kepada pemerintah melalui Menkumham yang telah memberi keputusan yang tepat sesuai dengan peraturan perudang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.