KPAI Apresiasi Langkah Dua Provinsi Ini Siapkan PTM

Komisioner KPAI Retno Listyarti bersama Susianah Affandy (dok: istimewa)

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) mengumumkan sebanyak 14 Provinsi yang dinyatakan siap menjalankan sekolah tatap muka atau pembelajaran tatap muka (PTM). Ke-14 provinsi tersebut adalah Jawa Barat, DI Yogyakarta, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Bali, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara, Bangka Belitung, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Barat.

Dari keempat belas provinsi tersebut mayoritas berada di luar Jawa, bahkan Provinsi Sulawesi Barat yang baru saja mengalami bencana alam gempa bumi juga termasuk yang dinyatakan siap. KPAI belum tahu apa dasar utama yang digunakan oleh Kemdikbud untuk menyatakan daerah siap atau tidak menggelar PTM.

“KPAI berharap, dasar pembukaan tidak hanya kesiapan dalam pengisian aplikasi di laman Kemdikbud saja, namun ada pemantauan lapangan untuk memastikan kesiapan sekolah dan daerah, pemantauan dapat dilakukan oleh LPMP di setiap provinsi yang merupakan kepanjangan tangan Kemdikbud di daerah,” ujar Retno Listyarti, Komisioner KPAI.

Retno menjelaskan, Pemerintah Daerah yang mengundang Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terlibat dalam rapat koordinasi daerah untuk persiapan sekolah tatap muka adalah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan Gubenur DKI Jakarta ikut hadir, selain perwakilan dari Kemendikbud dan Kementerian Agama.

Dalam rapat koordinasi PTM tersebut, Anies Baswedan, Gubenur DKI Jakarta menyatakan persetujuan bahwa pembukaan sekolah tatap muka di DKI Jakarta akan mempertimbangkan kesiapan sekolah sebagai factor utama, seperti infrastruktur dan protocol kesehatan/SOP Adapatasi Kebiasaan Baru (AKB) di lingkungan pendidikan, selain factor pendukung bahwa seluruh guru sudah divaksin.

“Pemprov DKI Jakarta sangat hati-hati dan mempertimbangkan ujicoba dahulu secara terbatas pada sekolah-sekolah yang dinilai siap. Mereka juga menyiapkan portal pengaduan dan rencana evaluasi per dua minggu untuk keperluan rencana tindaklanjut. Tentu saja hal ini patut diapresiasi,” ungkap Retno.

Retno menambahkan, Pemprov Jawa Tengah juga melakukan persiapan rencana pembukaan sekolah tatap muka melalui koordinasi daerah yang sistematis, bahkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah melayangkan surat resmi kepada KPAI untuk memberikan masukan dan pertimbangan PTM di masa pandemi untuk wilayah Jawa Tengah.

“Hal ini sangat kami apresiasi karena kepedulian Pemprov Jateng dalam melindungi anak-anak saat PTM di masa pandemi covid-19,” ujarnya.