Pemerintah saat meninjau garam lokal/dok: net
MONITOR, Jakarta – Rencana pemerintah mengimpor garam sebanyak 3 juta ton menuai kritik dari Anggota Komisi IV DPR RI, Slamet Ariyadi. Ia menyayangkan sikap pemerintah yang kerap menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kebutuhan garam.
Seharusnya, kata Slamet, pemerintah justru berupaya untuk meningkatkan produksi serta memaksimalkan serapan garam lokal agar kedepan kita tidak terus menerus ketergantungan pada garam impor.
“Pemerintah jangan melulu menjadikan impor sebagai solusi memenuhi kuota kebutuhan garam,” kata Wasekjen DPP PAN ini.
Menurutnya, pemerintah harus berupaya agar serapan garam rakyat bisa maksimal misalnya dengan memberikan fasilitas bagi petani garam sehingga produksi mereka meningkat dan berkualitas.
“Berikan fasilitas kepada petani untuk maksimalkan produksi garam sehingga kedepan sudah tidak ada lagi ketergantungan impor,” imbuhnya.
MONITOR, Bogor - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta berhasil menciptakan inovasi permen herbal…
MONITOR, Bone - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan program hilirisasi ayam terintegrasi di…
MONITOR, Mataram - Optimalisasi potensi ekonomi daerah di Indonesia dipandang sangat strategis untuk dapat diintegrasikan…
MONITOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat…
MONITOR, Semarang - Komandan Jenderal Akademi TNI, Letnan Jenderal TNI Sidharta Wisnu Graha, mewakili Panglima…
MONITOR, Jakarta - Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) diharapkan mengalokasikan anggaran beasiswa bagi mahasiswa asing.…