Senin, 6 Februari, 2023

Pusdikkav Pertahankan Tradisi Berkuda di Tengah Gempuran Alutsista Modern

MONITOR, Jakarta – Komandan Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikkav) Pussenkav Kodiklatad, Brigjen TNI Taufik Budi Santoso, mengungkapkan bahwa pihaknya masih mempertahankan tradisi pelatihan berkuda meski di tengah maraknya alutsista modern.

“Bahwa sejarah Kavaleri terbentuk dulu itu dimulai dari pasukan berkuda sehingga kita masih menjaga itu dan saya yakin ke depan pada beberapa momen kuda ini masih akan sangat dibutuhkan,” ungkapnya kepada wartawan di arena latihan berkuda Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad di Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat, Jumat (26/3/2021).

Taufik menyampaikan, tidak semua medan di Indonesia ini dapat dilalui oleh tank ataupun kendaraan lainnya, tetapi kuda bisa melakukannya. Sehingga, menurut Taufik, kuda akan sangat membantu nantinya.

“Apa yang kita punya ini tetap akan kita pertahankan dan semua jenis pendidikan itu harus melalui pelatihan berkuda, selain kita menjaga sejarah yang kita miliki itu,” ujarnya.

- Advertisement -

Taufik mengatakan, semua siswa yang menempuh pendidikan di Pusdikkav, mulai dari Bintara, Tamtama hingga Perwira, semuanya harus melalui pendidikan menunggang kuda.

“Karena tidak mungkin tiba-tiba bisa jago nunggang kuda. Ada tahapan-tahapannya,” katanya.

Selain manusianya, lanjut Taufik, kuda-kuda yang ada juga dilatih menjadi kuda militer. Taufik mengungkapkan, ada klasifikasinya dan itu harus melalui tahapan, yang disebut dengan Remonte.

“Kuda tidak lulus ya nanti diulang lagi di tahapan berikutnya. Karena sebelum dipakai sebagai kuda militer mereka harus benar-benar diyakinkan bahwa kuda ini benar-benar bisa dikendalikan dan bisa mendukung tugas,” ungkapnya.

“Kuda militer harus memilki klasifikasi harus bisa berenang, tidak takut dengan api, tidak takut dengan letusan, bisa tiarap bareng-bareng dengan penunggangnya untuk melindungi kuda dan penunggangnya. Dan mereka harus paham bahwa daerah yang dihadapi bukan daerah yang aman-aman saja,” ujar Taufik menambahkan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER