BERITA

Gus Hilmy Soroti Kiai dan Ponpes di DIY Tak Masuk Prioritas Vaksinasi

MONITOR, Yogyakarta – Vaksinasi Covid-19 massal tengah berlangsung di seluruh Indonesia, salah satunya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dalam periode Februari-Maret 2021, pelayan publik dan kelompok lanjut usia (lansia) menjadi target sasaran.

Namun, dari seluruh sasaran vaksinasi itu, kiai dan kalangan pesantren tak masuk dalam daftar. Meski begitu, salah satu pengasuh Pondok Pesantren Krapyak Bantul Hilmy Muhammad (Gus Hilmy) menegaskan, khusus kalangan kiai dan pesantren di Yogyakarta belum menjadi prioritas vaksinasi.

Gus Hilmy membenarkan, menurutnya, hingga saat ini belum ada tindakan konkret dari pihak pemerintah dan dinas kesehatan untuk vaksinasi kiai dan kalangan pesantren.

“Pendataan sudah diminta dan dilakukan sejak awal tahun oleh kalangan pesantren, namun hingga saat ini belum ada komunikasi atau undangan dari Dinkes,” ujar Gus Hilmy, Kamis (25/03) dalam keterangan yang diterima Monitor.

Gus Hilmy mengatakan, dibanding DIY, provinsi lain seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur telah melaksanakan vaksinasi untuk para kiai. Sebagai sosok yang disegani, para kiai bahkan dijadikan sebagai figur kampanye vaksinasi. Jadi, kebijakan terkait sasaran vaksinasi bisa ditentukan juga oleh pemerintah daerah dan dinas kesehatan. Sementara DIY, belum memprioritaskan kiai dan
kalangan pesantren.

Lebih lanjut, Gus Hilmy mengatakan bahwa pihaknya dan pihak pesantren tidak tinggal diam. Upaya komunikasi dengan pihak terkait sudah dilakukan. Namun, hingga saat ini belum ada tindakan yang konkret dari pihak pemerintah dan dinas kesehatan.

“Apakah kiai dan pesantren tidak dianggap penting di Yogyakarta ini? Prioritas vaksinasi untuk mengangkat kembali citra Yogyakarta sebagai kota wisata dan kota budaya, tidak boleh menafikan citranya sebagai kota pendidikan. Menyasar seniman, pedagang, pelaku wisata, tidak boleh menafikan lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di dalamnya ada kiai dan pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, prioritas sasaran vaksinasi telah dijelaskan pada Bab III Pasal 8 PMK Nomor 84/2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19. Dalam Permenkes tersebut, ada enam kelompok prioritas penerima vaksin. Tokoh masyarakat/agama berada pada kelompok prioritas kedua. Kelompok selanjutnya adalah guru dan tenaga pendidikan.

Menurutnya, vaksinasi untuk kiai sanga mendesak sebab sudah ada 400 ulama yang meninggal karena corona.

“Tidak ada lagi alasan untuk menunda-nunda vaksinasi untuk para kiai, baik di tingkat provinsi, kota maupun kabupaten se-DIY,” ujar Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini.

Recent Posts

Membangun Relasi Kiai-Santri

SuwendiDosen Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Fenomena kekerasan seksual (KS) yang dilakukan oleh beberapa…

2 jam yang lalu

Bawa Pesan Presiden Prabowo, Menaker Akan Serahkan Instrumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 di Jenewa

MONITOR, Jenewa — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli berada di Jenewa, Swiss, membawa pesan Presiden Prabowo…

4 jam yang lalu

5.499 Jemaah Haji Gelombang Kedua Tiba di Madinah, Wamenhaj Minta Jaga Kesehatan

MADINAH – Sebanyak 5.499 jemaah haji Indonesia gelombang kedua dijadwalkan tiba di Madinah pada Minggu…

8 jam yang lalu

​Jaring Mahasiswa Terbaik, Kemenag Gelar Tes Beasiswa Maroko Tahun 2026

MONITOR, Jakarta — Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama menggelar Computer Based Test (CBT) Seleksi…

8 jam yang lalu

Jemaah Haji Gelombang Kedua Mulai Bergerak ke Madinah, Kemenhaj Pastikan Layanan Optimal hingga Kepulangan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mulai memberangkatkan jemaah haji gelombang…

9 jam yang lalu

Wamenaker Ajak Serikat Buruh Berkolaborasi Revisi UU Ketenagakerjaan dan Regulasi K3

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengajak serikat pekerja/serikat buruh untuk berkolaborasi…

9 jam yang lalu