Mantan Wakil Ketua DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono (dok: net)
MONITOR, Jakarta – Wacana perpanjangan masa jabatan presiden selama tiga periode terus bergulir, meskipun Presiden Joko Widodo telah menolaknya.
Politikus Gerindra Arief Poyuono bahkan meminta Jokowi maju kembali untuk menduduki kursi nomor satu di negeri ini. Tentunya, kata bekas Waketum DPP Gerindra ini, prosesnya melalui tahapan Pemilihan Presiden (Pilpres).
“Konstitusi kita kan bisa diamandemen. Saya minta Jokowi untuk maju lagi. Dan itu dia mesti melalui pilpres. Ada lawannya juga,” ujar Arief Poyuono menyikapi wacana presiden tiga periode, dalam program Mata Najwa, Rabu (17/3/2021) malam.
Menyinggung penolakan Jokowi yang disampaikan belum lama ini, Arief menegaskan hal tersebut wajar karena belum ada amandemen dalam UU terkait. Akan tetapi, ia meyakini Jokowi akan berubah pikiran apabila ada perubahan UUD dan dorongan dari rakyat Indonesia.
“Dia tidak mau, karena konstitusinya belum diubah. Kalau diubah saya dn rakyat meminta dia untuk maju, saya rasa dia akan berubah pikiran,” terang Arief Poyuono.
Menurutnya, gebrakan yang dilakukan Jokowi selama memimpin bangsa Indonesia sudah berada dalam jalur yang benar. Sehingga, tidak ada alasan baginya untuk tidak mendukung Jokowi kembali maju di periode ketiga.
“Saya melihat (langkah) beliau dalam menyelamatkan bangsa ini, berjalan di track yang benar, terutama ketika Covid,” tandasnya.
MONITOR, Jakarta - Direktorat Pesantren Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama malam ini menggelar Istiqasah…
MONITOR, Jakarta - Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Asep Saepudin Jahar, mengajak seluruh civitas academica…
MONITOR, Jakarta - Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa dan elemen masyarakat yang menolak besarnya gaji…
MONITOR, Jakarta - DPP Partai Amanat Nasional (PAN) secara resmi menonaktifkan Eko Hendro Purnomo alias…
MONITOR, Jakarta – Jaringan GUSDURian menilai Kapolri gagal bertanggung jawab atas berulangnya tindakan represif yang…
MONITOR, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem memutuskan untuk menon-aktifkan Ahmad Sahroni dan Nafa urbach…