PERTANIAN

Food Estate Sumba Tengah, Kementan: Jalan Keluar Dari Penderitaan

MONITOR, Sumba Tengah – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo meminta para petani dan seluruh jajaran Pemprov Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengoptimalkan program jangka panjang food estate Sumba Tengah, sehingga mampu menopang roda ekonomi keluarga serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sumba.

“Saya sangat yakin dengan varietas yang unggul dan sistem pengelolaan yang sudah modern, semua lahan di food estate ini (Sumba Tengah) bisa mencapai hasil maksimal, bahkan memberi kehidupan yang lebih baik,” ujar Mentan saat meninjau areal zona 4 food estate Desa Makatakeri, Senin, 15 Februari 2021.

Mentan mengatakan, kehadiran food estate harusnya mampu disyukuri dan dinikmati oleh semua lapisan masyarakat Sumba sebagai jalan keluar dari berbagai penderitaan. Karena itu, para petani dan kelompok taninya harus sama-sama bekerja dan mengelolanya secara baik dan benar.

“Makanya hasilnya juga harus maksimal. Paling tidak 2 sampai 3 kali lipat lah,” ujarnya.

Mentan menambahkan, ke depan pemerintah akan membangun lebih banyak sarana dan prasarana produksi yang dibutuhkan para petani. Misalnya, dalam waktu dekat ini akan dibangun sumur bor berikut saluran air untuk pesawahan yang ada di 5 zona food estate Sumba Tengah.

Terkait hal ini, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi berjanji akan segera membuat sarana dan prasarana produksi, berikut semua kelengkapan infrastruktur yang dibutuhkan para petani.

“Semua kebutuhan petani sudah kita siapkan agar mampu mendongkrak peningkatan dan kesejahteraan para petani. Mudah-mudahan dalam waktu dekat semuanya sudah bisa digunakan,” katanya.

Bupati Sumba Tengah, Paulus S. K. Limu menyampaikan terimakasih atas perhatian dan bantuan jajaran Kementerian Pertanian terhadap jalanya pembangunan di Kabupaten Sumba Tengah sebagai kabupaten tertinggal yang kini tengah bangkit melalui sektor pertanian.

“Berkat kerja keras Bapak Menteri kami yakin kabupaten kami tidak akan lagi jadi kabupaten termiskin. Makanya saya bilang, food estate ini adalah harga diri. Dengan food Estate kami akan keluar dari penderitaan. Dan kami sekarang punya falsafah baru, yakni maju, mandiri dan modern,” katanya

Sementara itu, Welly, perwakilan kelompok tani Makatakeri menyambut baik upaya dan kerja keras pemerintah dalam memperbaiki kehidupan petani Sumba Tengah. Karena itu, ia mengajak seluruh petani agar mengoptimalkan lagi semua lahan yang tersedia.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Bapak Menteri (Syahrul Yasin Limpo) dan pemerintah daerah atas semua bantuan dan kerja keras bapak-bapak dalam memajukan desa kami. Semoga Tuhan memberkati,” tutupnya.

Recent Posts

FISIP UIN Jakarta dan LW MUI Dorong Wakaf Produktif untuk Pemberdayaan Sosial

MONITOR, Jakarta -Wakaf produktif perlu dikembangkan dari praktik filantropi keagamaan menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi, pendidikan,…

10 jam yang lalu

Akademisi Ilmu Komunikasi Soroti Celah Pengawasan Pemilu di Era Digital

MONITOR, Konawe - Digitalisasi pemilu tidak otomatis menjamin integritas suara. Tanpa transparansi data, verifikasi berjenjang,…

18 jam yang lalu

IPW Dukung Kapolri Perkuat Layanan Publik, Dorong Akses Langsung ke Kapolda dan Kapolres

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) mendukung langkah Kapolri Jenderal Suyudi dalam memperkuat pelayanan…

23 jam yang lalu

Wamenaker Tekankan Pentingnya Pelatihan dan Akses Kerja bagi Anak Muda

MONITOR, Surabaya — Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menekankan pentingnya pelatihan kerja yang sesuai dengan…

1 hari yang lalu

Maknai Hari Sumpah Pemuda, Jasa Marga Dorong Regenerasi Kepemimpinan dan Inovasi Digital

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memaknai peringatan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Segera Salurkan Banpres Rehabilitasi Usaha Mikro Terdampak Bencana Sumatera

MONITOR, Jakarta - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menyiapkan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres)…

1 hari yang lalu