NASIONAL

PBNU: Sebagai Manusia Beragama, Kita Wajib Ikhtiar untuk Keluar dari pandemi

MONITOR, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, mengungkapkan bahwa sebagai ummat beragama, wajib hukumnya untuk selalu berusaha agar keluar dari situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini, salah satunya lewat vaksinasi.

“Sebagai negara dimana konstitusi mewajibkan setiap warga negara memeluk agama atau kepercayaan, pandemi Covid-19 harus dibaca sebagai takdir Tuhan YME. Dan sebagai manusia beragama, kita wajib ikhtiar untuk keluar dari situasi pandemi. Antara lain dengan 3 M, 3 T dan vaksinasi atau popular dikenal imunitasi,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (10/2/2021).

Robikin mengatakan, pada Rabu (10/2/2021) ini, ia sendiri menerima suntikan vaksin Covid-19 yang kedua kalinya. Menurut Robikin, vaksin Covid-19 halal dan aman. Jadi tidak perlu khawatir atau takut melakukannya.

“Saya melakukan penyuntikan vaksin dosis pertama 27 Januari 2021. Sejak penyuntikan vaksin pertama hingga kedua ini tidak ada keluhan apapun. Tidak mengalami kantuk, tetiba doyan makan, kepala pening, mual maupun gejala lainnya. Saya merasa biasa saja dan melakukan kegiatan new normal seperti biasa juga,” katanya.

Akan tetapi, Robikin menegaskan, meskipun telah tuntas dua kali divaksin, tidak berarti bisa abai terhadap protokol kesehatan. Menurut Robikin, siapapun harus tetap mematuhi 3 M, yakni mengenakan masker, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir.

“Pemerintah juga tetap terus menggalakkan 3 T, testing, tracing and treatment. Tentu juga vaksinasi. Semoga kita semua sehat, Indonesia sehat, dunia sehat. Sehat segala-galanya, termasuk sehat dalam mengelola tata kehidupan bidang idiologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, keamanan maupun lainnya,” ujarnya.

Recent Posts

Jasa Marga Optimalkan Respons Real-Time melalui One Call Center 133

MONITOR, Jakarta - Menjelang mobilitas masyarakat yang diprediksi akan meningkat pada periode libur sekolah pada…

3 jam yang lalu

PHK Capai 23 Ribu Orang, Komisi IX DPR Singgung Program JKP Harus Jadi Instrumen Perlindungan Pekerja

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya…

3 jam yang lalu

Bantu Daerah dengan Fiskal Lemah, Legislator Dorong Anggaran PPPK Penuh dan Paruh Waktu Dibiayai APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin mendorong agar Pegawai Pemerintah dengan…

5 jam yang lalu

Kemenperin Siapkan Talenta Industri 4.0 Menuju WorldSkills ASEAN 2027

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian proaktif meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) industri sebagai fondasi…

5 jam yang lalu

Sambut Baik Moratorium SPPG Baru, Waka Komisi IX DPR Dorong Transformasi Dapur MBG Berbasis Sekolah

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR, Charles Honoris menyambut baik keputusan Badan Gizi…

6 jam yang lalu

Komisi VIII DPR Dukung Aturan Tegas Blokir Konten LGBT di Media Sosial

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, memberikan respons positif dan…

7 jam yang lalu