Kamis, 28 Oktober, 2021

Sowan ke Kiai Syukron Ma’mun, Menag Diajak Terus Perhatikan Kiai Kampung

"Kunjungan Pak Menteri ini sangat mengharukan saya“

MONITOR, Jakarta – Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, tak henti melakukan silaturahmi ke tokoh-tokoh agama untuk mendapatkan masukan berharga dalam rangka meningkatkan pelayanan Kemenag.

Sabtu (6/2/2021) siang, Yaqut giliran berkunjung ke Pondok Pesantren (Ponpes) Daarul Rahman, Jagakarsa, Jakarta Selatan, untuk bersilaturahmi langsung dengan pimpinannya, KH Syukron Ma’mun. 

Pertemuan Kiai Syukron dengan Yaqut itu berlangsung penuh kehangatan. Kiai Syukron menyambut langsung kehadiran Yaqut dan rombongan di depan rumahnya yang teduh. Tak berapa lama, Kiai Syukron langsung mengajak Yaqut berdiskusi hangat di ruang tamu. 

Kendati berbeda generasi, Kiai Syukron tampak bahagia atas kedatangan Yaqut. Bahkan Kiai Syukron yang kini berusia 80 tahun itu secara pribadi mengaku memiliki ikatan yang dekat dengan keluarga Yaqut.

- Advertisement -

Sebab sejak muda, Kiai Syukron sudah bersahabat akrab dengan kakek Yaqut, yakni KH Bisri Mustofa Rembang. Bahkan Kiai Syukron mengaku beberapa kali Kiai Bisri berkunjung ke tempatnya, di antaranya untuk memberikan ceramah pada 1970 hingga 1980-an. Bukti kebahagiaan atas kunjungan ini, Kiai Syukron juga menghadiahi Yaqut buku saku Aplikasi Nilai-Nilai Pancasila yang dia tulis selama pandemi.

“Kunjungan Pak Menteri ini sangat mengharukan saya. Dari hati saya mengharapkan agar Pak Menteri mengajak kiai-kiai kampung untuk urun rembuk dalam menentukan kebijakan,” ungkap Kiai Syukron yang juga dikenal dengan Singa Podium itu.

Harapan Kiai Syukron tersebut didasari karena kiai-kiai di kampung masih bersih pemikirannya. “Insya Allah ajaklah kiai kampung dan kiai nonstruktural bicara nanti akan ada timbal balik yang baik,” ujarnya.

Mendapat masukan langsung dari ulama kharismatik Nahdlatul Ulama (NU) itu, Yaqut mengaku berterimakasih. Kunjungannya ke Ponpes Daarul Rahman selain ingin meminta doa restu dan masukan dari Kiai Syukron juga dalam rangka ingin melihat langsung kondisi pesantren, utamanya kala pandemi Covid-19 saat ini. 

“Saya bahagia bisa bersilaturahmi ke Pesantren Daarul Rahman. Saya banyak mendapat masukan dan nasihat dari Kiai Syukron Ma’mun,” ujarnya yang juga menghadiahi Kiai Syukron beberapa jilid kitab Al Ibriz, karangan Kiai Bisri Mustofa.

Menurut Yaqut, kehadiran pemerintah penting untuk penguatan pondok-pondok pesantren di Indonesia. Harapan pemerintah, ponpes-ponpes di Indonesia nantinya semakin berdaya dan mandiri.

Kehangatan pertemuan juga terlihat saat Kiai Sukron mengajak Yaqut bersantap siang bersama. Usai berdiskusi, Kiai Syukron juga mengajak Yaqut berkeliling pesantren dengan menggunakan golf car. Bahkan, Kia Syukron pun menyopiri sendiri golf car tersebut. “Mari berkeliling lihat asrama, saya yang sopiri sendiri,” kata Kiai Syukron.

Ponpes Daarul Rahman memiliki tiga area pendidikan dan ponpes. Di Jagakarsa, menempati lahan seluas 3 hektar lebih. Sedangkan dua ponpes berada di Kabupaten Bogor, yakni Parung seluas 3 hektar dan Leuwiliang 4 hektar.

Lulusan pondok telah menyebar sedikitnya ke sembilan negara, di antaranya China, Moskow, Rusia dan Mesir. Selain untuk melanjutkan pendidikannya, mereka juga ada yang bekerja di luar negeri. 

“Bahkan di Moskow, ada santri yang tengah belajar pesawat tempur. Kadang kita juga tidak menyangka karena di pondok kita hanya ajarkan Fathul Qarib,” ungkap Kiai Syukron.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER