Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera (net)
MONITOR, Jakarta – Politikus PKS Mardani Ali Sera mengamati upaya pemerintah memulihkan sektor ekonomi di masa pandemi. Ia menilai saat ini pemerintah fokus terhadap pembahasan aturan turunan UU Cipta Kerja.
Namun Mardani menyatakan, pemerintah seakan lupa bahwa korupsi justru menghambat investasi di Indonesia.
“Pemulihan akan sulit dilakukan selama kasus korupsi di dalam negeri marak terjadi,” kata Mardani dalam keterangannya, Rabu (3/2/2021).
Sementara itu, ia mengamati sejauh ini komitmen untuk memberantas korupsi justru melemah. Bahkan, penyerdehanaan proses perizinan yang ada di UU Cipta Kerja belum mampu menyentuh akar masalah yakni korupsi.
“Contoh kasus ‘permainan bansos’ yang belum hilang dari ingatan publik. Padahal jika dilihat dari sisi ekonomi, pemberian bansos ditujukan untuk jaring pengaman sosial dan sekaligus bentuk intervensi kebijakan untuk mendorong daya beli masyarakat yang runtuh akibat Covid-19,” terang Ketua DPP PKS ini.
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS ini menyatakan, beragam upaya pemulihan akan kontraproduktif sekalipun regulasi sudah diubah melalui UU Cipta Kerja. Selama korupsi dan penegakannya masih sumir, maka investasi yang kerap pemerintah ‘agung-agungkan’ tidak akan bergerak signifikan.
MONITOR, Palu - Kontestasi menuju Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat di berbagai…
MONITOR, Jakarta – Politisi PDI Perjuangan asal Aceh, Masady Manggeng, mendesak Menteri Energi dan Sumber…
MONITOR, Denpasar - Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf menegaskan evaluasi penyelenggaraan ibadah haji…
MONITOR, Brebes – Ratusan peserta didik baru SMP NU dan SMA NU Al Fattah Tegalgandu…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi…
MONITOR, Jakarta - Masih dalam rangka Hari Anak Nasional yang diperingati setiap tanggal 23 Juli,…