Viral Aksi Begal Payudara di Depok, Ini Pesan Kepala DPAPMK

Kepala DPAPMK Kota Depok, Nessi Annisa Handari. (dok. Boy Rivalino)

MONITOR, Depok – Kepala Dinas Perlindungan Anak Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga (DPAPMK) Kota Depok, Nessi Annisa Handari angkat bicara tekait viralnya peristiwa peremasan atau begal payudara yang terjadi di Cilangkap, Kecamatan Tapos, baru-baru ini.

Mantan Kabag Humas Protokol Kota Depok itu mengaku prihatin atas kejadian yang menimpa korban, dengan pelaku disinyalir merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).

Meski menyesalkan apa yang terjadi, namun Nessi mengaku saat ini upaya untuk pencegahan tindakan yang masuk dalam kategori kekerasan seksual ini belum optimal dilakukan di masyarakat.

Dia menyebut, orangtua yang memiliki anak remaja perempuan harus lebih protektif dengan menjaga dan mengetahui kemana dan dengan siapa anaknya keluar rumah.

Selain itu, sambung Nessi, perlu juga adanya upaya penguatan di lingkungan keluarga terkait antisipasi bahaya-bahaya kejahatan di luar rumah, sehingga diharapkan kejadian serupa tidak terulang.

“Perlu penguatan orang tua dalam pola pengasuhan kecerdasan emosional, intelektual, sosial dan juga kecerdasan religus, sehingga anak akan menjaga kesopanan dalam berpakaian dan sebagainya ketika keluar rumah,” kata Nessi kepada wartawan, Selasa (02/02).

Nessi menjelaskan, kejadian peremasan payudara umumnya dilatarbelakangi masalah syahwat atau nafsu seksual, meski terkadang teknisnya terdapat alasan lain.

Seperti diketahui, kejadian serupa juga sempat terjadi di Kota Depok beberapa waktu lalu, korbannya seorang mahasiswi. Saat itu, pelaku peremasan payudara melakukan aksinya dengan mengendarai sepeda motor. Umunya, pelaku mengincar korban dengan kategori umur belasan.

“Dari itu, saya mengajak para kaum hawa agar selalu menjaga diri ketika beraktifitas. Biasakan juga gunakan pakaian yang sopan, jangan terlalu tampil seksi karena terkadang, berdandan secara seksi dapat memicu niat tidak baik dari lawan jenis,” ungkapnya.