TNI AL Gagalkan Pengangkutan BBM Ilegal di Selat Singapura

“Kedua kapal tersebut melakukan tindak pidana melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008“

Personel TNI AL dari KRI Alamang-644 saat menggagalkan pengangkutan BBM di Selat Singapura, Batam, Kepri, Selasa (26/1/2021). (Dispenal)

MONITOR, Jakarta – TNI Angkatan Laut (AL) dalam hal ini KRI Alamang-644 yang dikomandani Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan berhasil menggagalkan pengangkutan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diduga ilegal di Selat Singapura, Batam, Kepulauan Riau, Selasa (26/1/2021).

Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada I, Laksma TNI Yayan Sofiyan, mengungkapkan bahwa keberhasilan KRI Alamang-644 dalam menggagalkan kegiatan ilegal itu tidak lama berselang setelah pelaksanaan Konsolidasi Operasi Keamanan Laut yang dilaksanakan beberapa hari yang lalu di Guskamla Koarmada I.

“Yang mana menindaklanjuti instruksi Kasal Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M dan Pangkoarmada I Laksda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M, menekankan kepada seluruh Komandan Unsur KRI BKO Guskamla Koarmada I untuk melaksanakan penegakan hukum di laut secara tegas dan tidak ragu-ragu,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Rabu (27/1/2021).

Sebagai tindak lanjut Konsolidasi Operasi Keamanan Laut tersebut, Yayan mengatakan, KRI Alamang-644 melaksanakan pemeriksaan terhadap dua kapal yang diduga membawa bahan bakar ilegal di Selat Singapura, yakni KM Ringgo Natuna 1 (GT 30) dengan muatan solar 10.000 liter dan KM Sukses Sejahtera (GT 27) dengan muatan solar 8.000 liter.

“Kedua kapal tersebut melakukan tindak pidana melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran dengan membawa barang khusus/berbahaya berupa solar tidak dilengkapi dokumen dan tidak masuk daftar manifest, ABK tanpa buku pelaut, Nahkoda tidak sesuai kecakapan terbatas 60 mil dan Alat keselamatan tidak lengkap,” katanya. 

Dari hasil pemeriksaan awal tersebut, menurut Yayan, kedua kapal dikawal menuju Lanal Tanjung Balai Karimun untuk dilaksanakan proses lebih lanjut dan untuk mengetahui asal muasal bahan bakar. 

“Kegiatan Operasi Keamanan Laut akan terus dilaksanakan secara optimal dengan tetap memperhatikan keselamatan berlayar dalam menghadapi cuaca yang kurang menguntungkan maupun mengantisipasi penyebaran Covid-19,” ujarnya.