Denzipur 8/GM Selesaikan Dua Pembangunan Jembatan Bailey di Kalsel

“Pada pelaksanaan di lapangan dibantu oleh prajurit Kodim 1009/Pelaihari”

Prajurit Denzipur 8/GM telah selesai membangun Jembatan Bailey di Kalsel. (Dispenad)

MONITOR, Banjarmasin – Detasemen Zeni Tempur (Denzipur) 8/GM telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Bailey yang dapat menghubungkan sejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Jembatan Tabanio 1 Kabupaten Tanah Laut terputus akibat terjangan banjir yang melanda Kalsel pada Kamis (21/1/2021) lalu dan mengakibatkan terganggunya arus transportasi darat putus total, akses dari Pelaihari menghubungkan Banjarmasin, Banjar, Banjarbaru dan kabupaten/kota lainnya benar-benar tidak dapat dilintasi sebelumnya.

Dua jembatan Bailey milik Denzipur 8/GM Kodam VI/Mulawarman dan milik Pemelihara Jalan Nasional (PJN) 1 Kalsel digunakan sementara untuk menggantikan jembatan Tabanio 1 sehingga normalisasi jalan darat kembali tersambung.

Dandim 1009/Pelaihari, Letkol Inf Adi Yoga Susetyo, mengungkapkan bahwa jembatan yang terputus di Kelurahan Pabahanan merupakan akses jalan nasional, maka sangat diperlukan untuk distribusi logistik, BBM dan sembako.

“Sebanyak 22 Personel prajurit Denzipur 8/GM dengan asistensi dan bimbingan dari Pusat Zeni Angkatan Darat (Pusziad) diturunkan ke lapangan atas perintah Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, agar mendukung percepatan perbaikan jembatan, di lokasi dilakukan koordinasi teknis dengan pihak PJN 1 Kalsel yang juga memasang jembatan bailey karena dua sisi jembatan habis tergerus arus banjir,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (24/1/2021).

Komandan Denzipur 8/GM Kodam VI/Mulawarman, Mayor Czi Angga Harinda, menerangkan bahwa pemasangan jembatan bailey itu dibantu dengan asistensi dari tim yang dikirimkan Pusziad.

“Dan pada pelaksanaan di lapangan dibantu oleh prajurit Kodim 1009/Pelaihari dan pihak Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional,” ujarnya.

Perakitan jembatan bailey tersebut dimaksudkan agar jalur distribusi logistik, BBM dan sembako yang menuju serta melewati Kota Pelaihari bisa kembali normal.