Senin, 20 September, 2021

Bakamla RI Amankan Dua Kapal Tanker Asing

Dua kapal tanker tersebut diduga melakukan transfer ilegal BBM

MONITOR, Pontianak – Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI mengamankan dua kapal berjenis Motor Tanker (MT) yang diduga melakukan transfer Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di perairan Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu (24/1/2021).

“Proses pengamanan tersebut dilakukan saat KN Marore-322 yang dikomandani Letkol Bakamla Yuli Eko Prihartanto sedang melaksanakan Operasi Keamanan dan Keselamatan Laut Dalam Negeri Trisula-I/21,” ungkap Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI, Kolonel Bakamla Wisnu Pramandita, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Minggu (24/1/2021).

Wisnu menjelaskan, saat melaksanakan patroli sekitar pukul 05.30 WIB, KN Marore-322 mendeteksi kontak radar diam dengan indikasi AIS dimatikan pada baringan 260 jarak 17NM posisi 00° 02′ U-107° 37′ T.

“Guna memastikan, Komandan KN Marore-322 memerintahkan untuk bergerak mendekati kontak dengan kecepatan 16 knot,” ujarnya.

- Advertisement -

Kemudian pada pukul 06.00 WIB, Wisnu mengatakan, KN Marore-322 mendeteksi secara visual terdapat dua kapal berjenis MT yang sedang melaksanakan ship to ship yang diduga melakukan transfer BBM ilegal dan dengan sengaja menutup nama lambung kapal dengan kain untuk mengelabuhi aparat penegak hukum Indonesia.

“Kemudian, KN Marore-322 melakukan kontak radio channel 16 untuk menanyakan perihal keberadaannya di perairan Pontianak. Tidak ada Respons dari kedua kapal berjenis MT tersebut sehingga menambah kecurigaan KN Marore-322,” katanya.

Menindaklanjuti kecurigaannya, lanjut Wisnu, Komandan KN Marore-322 menghubungi Direktur Operasi Laut Laksma Bakamla Suwito dan mendapatkan perintah untuk melaksanakan pemeriksaan serta penggeledahan.

Hasil dari pemeriksaan awal, diketahui bahwa dua kapal tanker tersebut bernama MT Horse berbendera Iran dan MT Frea berbendera Panama. Dugaan awal, kedua kapal tanker melanggar hak lintas transit pada ALKI I dengan keluar dari batas 25NM ALKI melakukan lego jangkar di luar ALKI, melaksanakan ship to ship transfer BBM ilegal, tidak mengibarkan bendera kebangsaan, AIS dimatikan serta MT Frea melaksanakan oil spiling.

“Untuk kepentingan pemeriksaan lanjutan, kedua kapal tanker akan dikawal menuju Batam,” ungkap Wisnu menambahkan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER