Pemprov DKI Siapkan Stok Daging Beku Antisipasi Pedagang Mogok

Ilustrasi pasar peenjualan daging sapi (dok: google)

MONITOR, Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini sedang mengupayakan kemungkinan para pedagang sapi se-Jabodetabek melakukan aksi mogok jualan. Menyusul tingginya harga sapi hidup di negara Australia.

Melalui Dinas Ketahanan, Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP), Pemprov DKI melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam rangka antisipasi upaya pemenuhan kebutuhan daging sapi (daging sapi beku).

“Dinas KPKP berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan (BKP) melalui Toko Tani Indonesia Center (TTIC)/ Pasar Mitra Tani menyediakan stok daging sapi beku di 5 tempat,” ujar Plt Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) DKI Jakarta Suharini Eliawati, kepada wartawan di Jakarta, Kamis (21/1).

Kelima tempat tersebut dibeberkan Suharini masing-masing

  1. TTIC Pasar Minggu
  2. TTIC Rawa Sari
  3. TTIC Pangkalan Jati
  4. TTIC Kalideres
  5. TTIC Klender

“Masyarakat Jakarta yang memerlukan daging sapi dapat membelinya di 5 TTIC diatas. Harga jual daging sapi di TTIC berkisar Rp. 70.000 – Rp. 90.000 / kg sesuai spesifikasi daging,” jelasnya.

Lanjutnya, selain penjualan langsung (offline) daging sapi beku ditempat, TTIC juga melayani penjualan online dalam rangka memudahkan masyarakat mendapatkan daging beku yang berkualitas dan terjangkau. Masyarakat dapat mengaksesnya di Pasar Mitra Tani Gofood pada aplikasi Gojek

Dilain hal dalam upaya mencarikan solusi para pedagang daging di pasar tradisional untuk mengakhiri aksi mogoknya maka Kementrian Perdagangan juga telah mengadakan koordinasi dengan Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI) Provinsi DKI Jakarta

“Pantauan petugas kami di pasar tradisional dan informasi dari Perumda Pasar Jaya hari ini dibeberapa pasar, pedagang daging sapi sudah ada yang berjualan. Namun daging yang dijual merupakan stok daging sebelum aksi mogok,” pungkasnya.