KEUANGAN

BI Prediksi Kebutuhan dan Penyaluran Pembiayaan Kuartal I-2021 Naik

MONITOR, Jakarta – Bank Indonesia (BI) melaporkan kebutuhan pembiayaan korporasi terindikasi meningkat pada kuartal I-2021, terutama untuk mendukung aktivitas operasional. Hal ini terindikasi dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada tiga bulan mendatang sebesar 17,1 persen.

“Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor Industri Pengolahan, Konstruksi, dan Perdagangan. Kebutuhan pembiayaan korporasi tersebut sebagian direncanakan menggunakan kredit bank, namun sebagian lainnya akan dipenuhi dari dana sendiri (laba ditahan),” ungkap laporan hasil Survei BI terkait Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan periode Desember 2020.

Penambahan pembiayaan yang dilakukan oleh rumah tangga pada tiga dan enam bulan yang akan datang diindikasikan masih terbatas. Kebutuhan pembiayaan oleh rumah tangga yang masih terbatas tersebut terutama akan diajukan kepada Bank Umum, dengan jenis pembiayaan yang diajukan mayoritas berupa Kredit Multi Guna (KMG) sebesar 47,1 persen.

Selain KMG, ada Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) yang menjadi prioritas utama rencana rumah tangga dalam pengajuan pembiayaan ke depan dengan pangsa masing-masing sebesar 18,2 persen dan 14,1 persen dari rencana pengajuan oleh rumah tangga.

“Persentase rencana pengajuan KPR, Kredit Peralatan Rumah Tangga, dan Kartu Kredit ke depan meningkat dari bulan sebelumnya. Peningkatan pengajuan KPR dan Kartu Kredit meningkat baik untuk tiga dan enam bulan ke depan, sementara pengajuan Kredit Peralatan Rumah Tangga diperkirakan meningkat hanya pada tiga bulan ke depan,” ungkap laporan BI tersebut.

Dari sisi penawaran perbankan, penyaluran kredit baru diperkirakan akan mulai meningkat pada awal 2021. Hal tersebut terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1 persen yang lebih tinggi dibandingkan dengan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 42,8 persen.

“Berdasarkan kelompok bank peningkatan diperkirakan terjadi pada Bank Umum Syariah dan Bank Umum dengan SBT masing-masing sebesar 92,4 persen dan 52,0 persen. Sementara berdasarkan jenis penggunaan peningkatan tertinggi terjadi pada KMK dan KPR dengan SBT masing-masing sebesar 51,1 persen dan 44,4 persen,” tutup laporan BI.

Recent Posts

Laba Tembus Rp1,9 Triliun Pada Semester I 2026: Jasa Marga Kian Perkuat Ekosistem Jalan Tol Nasional

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk (“Perseroan”) terus membuktikan resiliensi dan kepemimpinannya di industri jalan tol nasional dengan mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan dan operasional…

15 jam yang lalu

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

1 hari yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

2 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

2 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

3 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

3 hari yang lalu