Jadi Calon Kapolri Tunggal, PBNU Ingatkan Listyo Soal Tugas Polri

“Saya yakin siapapun nama yang disodorkan presiden ke DPR adalah putra terbaik Bhayangkara“

Kapolri terpilih Komjen Listyo Sigit Prabowo

MONITOR, Jakarta – Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan, Robikin Emhas, mengingatkan Calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo soal tugas pokok dan fungsi Polri di tengah masyarakat.

Robikin mengungkapkan, siapapun calon Kapolri pilihan presiden, maka harus dihormati. Sebab, menurut Robikin, bagaimanapun presiden memiliki kekuasaan langsung yang diberikan oleh konstitusi untuk memutuskan calon pengganti Jenderal Pol Idham Aziz yang akan pensiun pada akhir Januari 2021 mendatang.

“Saya yakin siapapun nama yang disodorkan presiden ke DPR adalah putra terbaik Bhayangkara,” ungkapnya dalam keterangan tertulis.

“Kepada Kapolri baru yang akan segera disahkan DPR nanti, kami hanya mengingatkan bahwa tugas dan fungsi Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan, perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, tanpa pandang bulu,” ujar Robikin melanjutkan.

Robikin menyampaikan, dalam penegakan hukum misalnya, hukum tidak boleh tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Atau terjadi semacam politik belah bambu, satu dipijak dan yang lain dijunjung.

“Oleh karena itu, kapasitas, profesionalitas dan integritas sangat dibutuhkan untuk mengemban tugas mulia ini,” katanya.

Atas dasar itu semua, Robikin mengungkapkan, penunjukan nama Kabareskrim Polri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo yang secara resmi telah diajukan presiden ke DPR RI sebagai Calon Kapolri patut didukung dan disambut baik. 

“Sekali lagi, kapasitas, profesionalitas dan integritas Polri adalah parameter kunci kepemimpinan Polri. Hal seperti itu juga sesuai ajaran agama,” ungkapnya.