Kemenag Bangga, Jurnal Samarah UIN Aceh Tembus Scopus

Jurnal Samarah yang dikelola oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh menembus Scopus

MONITOR, Jakarta – Bertambahnya jumlah jurnal ilmiah PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) yang menembus Scopus, menjadi kado terindah di awal tahun 2021. Seperti kabar gembira yang datang dari Jurnal Samarah yang dikelola oleh UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

Saat ini, Jurnal Samarah disebut-sebut setara dengan 6 (enam) jurnal lainnya yang telah tembus ke scopus sebelumnya, sehingga terdapat 7 (tujuh) jurnal yang terindeks di Scopus yang sekaligus bertengger pada Akrteditasi Sinta 1, yakni (1) JIIs (Journal of Indonesian Islam) UIN Sunan Ampel Surabaya; (2) QIJIS (Qudus International Journal of Islamic Studies) IAIN Kudus; (3) IJIMS (Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies), IAIN Salatiga; (4) Studia Islamika UIN Syarif Hidayatullah Jakarta; (5) Al-Jami’ah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta; (6) Journal of Islamic Architecture UIN Maulana Malik Ibrahim; dan (7) Samarah UIN Ar-Raniry, Banda Aceh.

Menurut Editor in Chief Jurnal Samarah, Mursyid Djawas, jurnal ini terbit pertama kali pada tahun 2017. Pada tahun 2019, jurnal yang diterbitkan Program Studi Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum ini terakreditasi SINTA 5. Pada tahun 2020, jurnal ini melakukan reakreditasi dan berhasil naik peringkat ke SINTA 2. Pada tahun yang sama, Jurnal Samarah mengajukan indeksasi Scopus.

“Hasilnya, pada awal 2021 jurnal yang fokus pada bidang hukum keluarga dan hukum Islam ini dinyatakan lolos seleksi dan telah terindek pada Scopus,” ujar Mursyid.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, pun memberikan apresiasi yang tinggi atas melejitnya capaian prestasi di bidang jurnal. Ia mengaku bangga atas pencapaian Jurnal Samarah yang dikelola UIN Ar-Raniry Banda Aceh ini.

“Jujur, ini adalah salah satu kado istimewa untuk seluruh perguruan tinggi keagamaan Islam di tanah air di awal tahun 2021. Capaian jurnal dari UIN Aceh ini semakim menambah konvidensi kontribusi akademik PTKI ke masyarakat dunia,” papar pria yang akrab disapa dengan Kang Dani.

Sementara itu, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Suyitno, menyebutkan produktivitas PTKI di dunia internasional yang ditandai dengan jumlah artikel yang terpublikasi pada jurnal internasional bereputasi, terus meningkat.

“Di akhir tahun 2020 ini telah terjadi peningkatan jumlah artikel yang terpublikasi pada publikasi bereputasi internasional. Di tahun 2019 sebanyak 1.453 aretikel dan di tahun 2020 menjadi 3.140 artikel. Artinya, terdapat peningkatan sebanyak 1.687 artikel atau 116% dibanding tahun sebelumnya,” papar Guru Besar UIN Raden Fatah, Palembang.

Bahkan ia melihat tren peningkatan jumlah artikel pada jurnal bereputasi internasional ini dari tahun-tahun sebelumnya, terus menanjak naik. Di tahun 2017 tercatat sebanyak 530 artikel, sementara tahun 2018 bertambah 2 kali lipatnya, yakni 1.084 artikel.

“Ini merupakan indikasi sangat nyata bahwa daya saing PTKI di dunia global terus meningkat,” tegas Suyitno.

Ditambahkan Suwendi, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Subdit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, menyebutkan kontribusi publikasi ilmiah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari produktivitas riset di lingkungan PTKI. “Antara riset dan jurnal tidak bisa terpisah, saling terkait. Terlebih, terutama dalam 3 (tiga) tahun terakhir, semua hasil riset wajib untuk terpublikasi pada jurnal dengan baik. Bukanlah riset yang baik, jika tidak terpublikasi,” ungkap Doktor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Rektor UIN Ar-Raniry, Warul Walidin, juga turut mengapresiasi pencapaian ini. Ia menilai pencapaian Jurnal Samarah membuktikan bahwa UIN Ar-Raniry mampu berkiprah di tingkat internasional.

“Harapan saya, tentunya agar Tim Jurnal Samarah mampu menularkan semangat militansinya ini kepada teman-teman yang lain,” imbuh Warul.