Drone Asing Masuk RI, Tokoh Papua Sebut Pemerintah Malah Sibuk Bubarin Ormas

"Sibuk dengan pembubaran ormas sampe kecolongan ada drone pengintai lolos masuk perairan RI“

Tokoh Papua, Christ Wamea. (Tangkapan layar Twitter)

MONITOR, Jakarta – Tokoh Papua, Christ Wamea, menilai bahwa pemerintah telah melakukan kelalaian dengan ditemukannya drone atau pesawat tanpa awak bawah laut yang diduga merupakan milik China.

Hal itu diungkapkan Christ saat menanggapi kabar ada nelayan yang menemukan drone bawah laut di dekat Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

“Sibuk dengan pembubaran ormas sampe kecolongan ada drone pengintai lolos masuk perairan RI,” ungkapnya dalam akun Twitter @PutraWadapi yang dikutip pada Minggu (3/1/2021).

Seraya menyindir pemerintah, Christ pun kemudian memberikan apresiasi kepada nelayan di Pulau Selayar yang berhasil menemukan drone bawah laut tersebut.

“Hebatnya yang menemukan drone kapal selam China tersebut justru nelayan. Atau drone dari China masih tetap dianggap ‘biasa’ oleh penguasa,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya seorang nelayan di Pulau Selayar telah menemukan drone bawah laut yang diduga milik China. Kapal tanpa awak itu berada di perairan yang dianggap strategis untuk Australia.

Kendaraan bawah air tak berawak atau UUV itu ditemukan pada 20 Desember 2020 lalu, namun baru dilaporkan enam hari kemudian. Drone itu memiliki panjang 225 cm, dengan lebar sayap 50 cm dan antena trailing sepanjang 93 cm.