POLITIK

2021, Mardani: Presiden Harus Melepas Kepentingan Sesaat

MONITOR, Jakarta – Anggota DPR RI, Mardani Ali Sera, mengungkapkan bahwa di 2021, Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus melepas kepentingan sesaat dirinya dan kelompoknya dan berpihak kepada kepentingan rakyat Indonesia seluruhnya.

Menurut Mardani, sederet tantangan akan dihadapi oleh bangsa ini di 2021, terutama di tengah situasi yang tidak pasti akibat pandemi Covid-19.

“Pertama tentu kita sepakat, presiden harus melepas kepentingan sesaat dan berpihak pada kepentingan rakyat. Dalam bekerja mampu menciptakan ‘dream team’ yang kompeten, menggerakkan dan membawa perubahan lebih baik, dengan target yang terukur dan evaluasi yang transparan,” ungkapnya kepada MONITOR dalam keterangan tertulis, Jakarta, Jumat (1/1/2021).

Sejauh ini, Mardani menilai, tidak adanya orkestrasi dalam penanganan membuat Covid-19 di Indonesia tidak berkesudahan. Menurut Mardani, rasa khawatir tengah dirasakan oleh rakyat Indonesia karena kurva pasien positif Covid-19 yang tidak kunjung turun dan potensi adanya serangan varian baru.

“Leadership dalam mengorkestrasi semua kekuatan mutlak diperlukan,” ujar Ketua DPP PKS itu.

Catatan berikutnya, Mardani menyebutkan, yakni mengenai kepemimpinan dalam pemerintahan yang bersih atau clean government. Menurut Mardani, kasus penyelewengan dana bantuan sosial Covid-19 menjadi cermin, agar pemerintah lebih serius menangani pandemi di semua sektor.

“Usut tuntas sampai ke akar-akarnya. Tunjukkan keberpihakan pada clean government bukan hanya semboyan macan kertas,” katanya.

Lalu dari sisi ekonomi untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), Mardani mengungkapkan, perlu dilakukan secara terstruktur dan ditargetkan. Menurut Mardani, menjadi evaluasi bersama terkait alokasi pra kerja yang mesti ikut pelatihan online atau daring.

“Berikan modal dan pastikan berusaha secara riil dengan market yang jelas, Link and Match atas akses berusaha,” ungkapnya.

Hal itu, lanjut Mardani, mengingat dampak panjang pandemi Covid-19 dikhawatirkan masih menggerus daya tahan dunia usaha dan UMKM masyarakat. Turunnya daya beli masyarakat berakibat pada gelombang PHK secara besar-besaran dan meningkatnya angka pengangguran.

“Terakhir, situasi yang sulit diprediksi di 2021 nanti mengharuskan pemerintah berinovasi, bergerak cepat serta menerima dan mendengar masukan dari masyarakat. Rangkul seluruh komponen, bangun dialog dengan semangat penghargaan atas keberagaman dan kebebasan demokrasi,” ujarnya.

Recent Posts

Kementan dan GPPU Perkuat Sinergi Jaga Stabilitas Perunggasan Nasional

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) memperkuat sinergi untuk…

1 hari yang lalu

Gangguan Transaksi Flip Masuk Hari Keempat, Pengguna Minta OJK dan BI Bertindak

MONITOR, Jakarta - Gangguan transaksi pada layanan teknologi finansial (tekfin) Flip memasuki hari keempat. Sejak…

1 hari yang lalu

Usai Paparan di Hadapan Wakil PM Timor-Leste, Rokhmin Dahuri Turun ke Atauro Petakan Harta Karun Ekonomi Biru

MONITOR, Dili - Setelah memaparkan konsep pengembangan ekonomi biru di hadapan Wakil Perdana Menteri Timor-Leste…

2 hari yang lalu

Bertemu Wakil PM Timor-Leste, Prof Rokhmin siapkan Roadmap Ekonomi Biru berbasis Potensi Lokal

MONITOR, Dili - Pengembangan ekonomi biru Timor-Leste memasuki tahap baru. Anggota DPR RI sekaligus Guru…

2 hari yang lalu

Pasar Semakin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Kian Kompetitif

MONITOR, Jakarta - Industri mainan merupakan salah satu bagian dari sektor industri aneka yang memiliki…

2 hari yang lalu

Fahri Hamzah Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Gelombang  (Gelora) Indonesia Fahri Hamzah merespons soal usulan…

2 hari yang lalu