Hari Juang TNI AD 2020, Kodam Kasuari Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis

Selain dalam rangka Hari Juang TNI AD, kegiatan itu juga untuk memperingati HUT Kodam dan Bulan Kasih Papua Barat.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, saat memberikan sambutan dalam rangka Hari Juang TNI AD 2020 di RS TNI AL Azhar Zahir Manokwari, Papua Barat, Selasa (15/12/2020). (Pendam XVIII/Kasuari)

MONITOR, Manokwari – Kodam XVIII/Kasuari menggelar operasi bibir sumbing gratis dalam rangka peringatan Hari Juang TNI AD dan menyambut HUT ke-4 serta Bulan Kasih Papua Barat.

“Yang kita laksanakan adalah Operasi bibir sumbing. Dari Kodam XVIII/Kasuari kita mencoba mencari pasien. Apakah ada saudara-saudara atau anak-anak kita yang punya permasalahan bibir sumbing. Hasilnya didapatkan 11 orang di wilayah Papua Barat ini, yaitu delapan orang dari wilayah Manokwari dan tiga orang penderita bibir sumbing dari Sorong,” ungkap Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, dalam keterangan tertulis, Jakarta, Kamis (17/12/2020).

Lebih lanjut, Cantiasa menyampaikan rasa syukurnya karena melalui tangan-tangan para dokter pelaksana operasi bibir sumbing, anak-anak tersebut akan diselamatkan dan mereka kembali menjadi ganteng dan cantik, sehingga nantinya dapat optimis menyongsong masa depan sebagaimana anak-anak yang lain.

“Saya yakin saat ini, Puji Tuhan mudah-mudahan operasinya berjalan dengan lancar dan kita dapat melihat mereka tumbuh besar seperti anak-anak lainnya. Jadi Bulan Kasih Papua Barat ini akan terus kita galang, akan terus dilaksanakan dalam rangka menimbulkan dan menumbuhkan rasa kepedulian, kasih sayang, keprihatinan, saling bahu-membahu, serta menumbuhkan persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa,” ujarnya.

“Pada akhirnya kita semua bisa membangun Indonesia ini secara bersama-sama, Pemerintah Provinsi maupun Daerah, TNI-Polri, seluruh stakeholders yang ada. Kita akan terus membantu kesulitan-kesulitan masyarakat yang ada sehingga generasi muda kita akan lebih unggul, cerdas dan mereka siap untuk melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan Bangsa ini,” kata Cantiasa melanjutkan.

Menurut Cantiasa, hal penting dari kegiatan tersebut adalah menumbuhkan rasa persatuan dan kesatuan di tanah Papua, mengingat wilayah Papua masih merupakan daerah rawan konflik. Untuk itu, Kodam XVIII/Kasuari terus berusaha agar keberadannya di tanah Papua Barat ini harus bermanfaat dan menjadi solusi buat masyarakat.

“Selain operasi bibir sumbing ini, program-program yang kita lakukan adalah kegiatan-kegiatan baksos lain seperti melakukan pembersihan di tempat-tempat ibadah dan memberikan bantuan sembako ke warga masyarakat di wilayah Manokwari. Kita berharap juga generasi muda Papua ke depan ini adalah generasi muda yang unggul. Karena situasi, dinamika dan globalisasi yang disertai persaingan sangat keras, membuat kita harus menyiapkan SDM yang ada saat ini untuk menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.

“Gubernur dan jajaran Pemda Provinsi Papua Barat sangat mendukung hal tersebut, salah satunya dengan program kerja sama berupa 1.000 Bintara Otsus, yang ternyata animo masyarakat sangat luar biasa. Hal ini membuktikan bahwa anak-anak kita begitu cinta dan ingin sekali mengabdikan dirinya kepada bangsa dan negaranya,” ujar Cantiasa menambahkan.