Imam Besar FPI, Rizieq Shihab, saat akan menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Sabtu (12/12/2020). (Antara Foto/Fauzan)
MONITOR, Jakarta – Wakil Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Aziz Yanuar, mengungkapkan bahwa istri Imam Besar FPI Rizieq Shihab berencana untuk menjenguk suaminya yang ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (13/12/2020).
“Ada (rencana jenguk), tapi kita koordinasi dengan penyidik dulu, penyidiknya belum bisa dihubungi,” ungkapnya seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Jakarta, Minggu (13/12/2020).
Aziz mengatakan, istri Rizieq Shihab yakni Syarifah Fadhlun Yahya memang memiliki rencana untuk menjenguk. Akan tetapi, menurut Aziz, pihaknya masih belum bisa memastikan kapan kunjungan itu dilakukan.
“Istrinya, iya tapi kan belum bisa, saya harus akses ke penyidik dulu,” katanya yang juga kuasa hukum FPI itu.
Seperti diketahui, Rizieq Shihab telah resmi ditahan oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya selama 20 hari ke depan setelah menjalani pemeriksaan sebagai tersangka selama kurang lebih 13 jam dari Sabtu (12/12/2020) siang hingga Minggu (13/12/2020) dini hari.
Rizieq Shihab dinyatakan sebagai tersangka dalam kasus kerumunan orang di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu dan dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 93 UU Karantina Kesehatan dan pasal 160 dan 216 KUHP.
MONITOR, Makkah - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M memasuki hari ke-56. Seiring berjalannya…
MONITOR, Jakarta – Momentum Tahun Baru Islam 1448 Hijriah hendaknya tidak dimaknai sekadar sebagai pergantian…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta Pemerintah menyiapkan langkah antisipatif menyusul prediksi…
MONITOR, Jakarta - Menyambut Tahun Baru 1 Muharam 1448 Hijriah, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memacu percepatan transformasi digital sektor manufaktur nasional sebagai langkah…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai…