POLITIK

Politikus PKS Minta Pemerintah Kembali Fokus Tangani Covid-19

MONITOR, Jakarta – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera, meminta kepada pemerintah untuk kembali fokus dalam menangani krisis kesehatan dalam hal ini pandemi Covid-19.

Hal itu diungkapkan Mardani karena kasus positif Covid-19 bukannya berkurang tapi semakin hari justru semakin bertambah.

“Kita kembali mencatat rekor dengan penambahan 8.369 kasus positif  Covid-19. Sudah saatnya pemerintah kembali fokus menangani krisis kesehatan, bukan hanya urusan investasi. Masalah krisis ekonomi akan terus berlanjut apabila kita tidak menyentuh akarnya yaitu krisis kesehatan,” ungkapnya dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Jakarta, Jumat (4/12/2020) malam.

Mardani menyampaikan, penanganan Covid-19 yang baik akan menumbuhkan tingkat sentimen konsumen untuk konsumsi. Dengan begitu, menurut Mardani, ekonomi nasional akan tumbuh dengan sendirinya.

“Lalu opsi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) mungkin perlu dipertimbangkan bagi wilayah-wilayah yang kembali masuk ke zona merah,” ujar Anggota Komisi II DPR RI itu.

Di waktu yang sama, Mardani mengatakan, pemerintah juga perlu menjamin bantuan sosial terdistribusi dengan baik. Sudah memasuki bulan ke-9, data orang yang membutuhkan bantuan terintegrasi dan terkini secara riil merupakan suatu kewajiban.

“Kemudian pemerintah juga perlu merangkul berbagai tokoh baik nasional maupun lokal untuk terus mempromosikan protokol kesehatan 3 M, memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan. Kita jadikan peristiwa ini sebagai upaya penyatuan nasional melawan musuh bersama, pandemi Covid-19,” katanya.

Dalam waktu dekat, Mardani menyampaikan, Indonesia akan menghadapi Pilkada 2020 dan libur panjang. Sehingga perlu disiapkan dengan baik, jumlah tes sampai pelacakan harus ditambah.

“Mengingat jumlah tes yang kita lakukan kerap kali tidak sesuai dengan standar WHO, 1/1.000 populasi per pekan atau 38.500 orang per hari,” ungkapnya.

Maka dari itu, Mardani menambahkan, Pemerintah Pusat perlu menekan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk melaksanakan tes secara masif. Karena banyak Pemda tidak memprioritaskan tes yang massif dan di bawah standar WHO.

Recent Posts

Kabel Menjuntai Sebabkan Siswi SMA Tewas, Mardani DPR Sebut Utilitas Kota Harus Pastikan Keselamatan Publik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menyampaikan keprihatinan atas insiden…

16 menit yang lalu

Legislator: Layanan Kesehatan Jiwa Bagi Korban Penyekapan Perempuan di Bandung Harus Jadi Bagian Proses Pemulihan

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

4 jam yang lalu

Soal Usul Pasien TBC Jadi Penerima MBG, Legislator Ingatkan Agar Ada Kajian Komprehensif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadimempertanyakan komitmen Pemerintah dalam mewujudkan kemandirian vaksin…

4 jam yang lalu

UIN Jakarta Tuan Rumah AIUA 2026: Mengintegrasikan Sains, Teknologi, dan Perdamaian dalam Pendidikan Tinggi Islam Global

MONITOR, ​Jakarta — UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi menjadi tuan rumah International Seminar and The…

5 jam yang lalu

Dugaan Permainan Politik Tingkat Tinggi, IPW Desak Kepastian Hukum Kasus Roy Suryo dan dr Tifa cs

MONITOR, Jakarta - Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso menilai terdapat sejumlah kejanggalan…

10 jam yang lalu

Menaker: Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Organisasi Pekerja Kunci Penguatan Daya Saing Tenaga Kerja

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan…

11 jam yang lalu