POLITIK

Ada Data Covid-19 Delay, Ganjar Pranowo: Sampaikan Saja ke Publik

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengakui adanya peningkatan kasus Covid-19 di wilayahnya. Kendati demikian ia menepis adanya lonjakan data kasus positif Corona.

Ganjar pun meminta pemerintah pusat untuk menyampaikan secara transparan kepada publik terkait laporam data ganda, sehingga menyebabkan adanya perbedaan antara kasus harian yang tercatat oleh pusat dan daerah.

“Di Jawa Tengah memang terjadi peningkatan kasus, tapi tidak melonjak. Kalau ada data delay, sampaikan saja pada publik dan nanti akan dilaunching, jadi tidak kesannya seolah-olah (langsung) naik,” ujar Ganjar Pranowo, Rabu (2/12) malam.

Terkait data yang tidak cocok, Ganjar mengatakan sudah ada klarifikasi dari pusat terkait kekeliruan itu.

“Sudah ada klarifikasi bahwa angka itu ada yang keliru, delay, dsb. Kita besok akan mencocok-cocokan data,” sambung Politikus PDI Perjuangan ini.

Recent Posts

Pembangunan Rumah Ke-1 Type 36 Semi Permanen TMMD Ke-129 Kodim 1807 Capai 68 Persen

MONITOR, Sorong Selatan – Pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 Kodim…

13 menit yang lalu

Kemenperin Tumbuhkan Wirausaha Baru Industri di Kawasan Transmigrasi

MONITOR, Kementerian Perindustrian proaktif mendukung pengentasan kemiskinan melalui pengembangan industri kecil dan menengah (IKM) berbasis…

31 menit yang lalu

Perputaran Dana Judol Turun, Waka Komisi I DPR Dorong Penanganan Makin Disiplin

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR, Sukamta menyambut baik tren penurunan perputaran dana…

2 jam yang lalu

Kemenperin dan UNIDO Percepat Transformasi Kawasan Industri Hijau

MONITOR, Jakarta - Kawasan industri kini tidak lagi dinilai hanya dari kelengkapan infrastruktur atau kemudahan…

7 jam yang lalu

Menaker: Dialog Sosial Jadi Kunci Penyelesaian Isu Ketenagakerjaan

MONITOR, Jakarta – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan dialog sosial merupakan kunci dalam menyelesaikan berbagai…

9 jam yang lalu

Puan: Negara Tak Boleh Kehilangan Satu Generasi karena Anak-anak Putus Sekolah

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menilai temuan mengenai sekitar 6.000 anak putus…

18 jam yang lalu