MONITOR, Jakarta – Penangkapan Edhy Prabowo, kader Gerindra yang menduduki jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencengangkan publik. Edhy dijerat tindak pidana kasus suap atas ekspor benih lobster.
Terkait kasus Edhy ini, Partai Gerindra pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dimana, Ketua Umum Prabowo Subianto berkali-kali menyinggung tidak mentolerir praktik korupsi dan suap di kalangan kadernya.
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun meminta maaf atas kejadian yang menyeret kadernya tersebut. Permintaan maaf itu ia layangkan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia.
“Kami mohon maaf. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami memohon maaf atas musibah yang menimpa kader kami, Edhy Prabowo,” ucap Sufmi Dasco Ahmad, kepada awak media.
“Kekhilafan dalam peristiwa ini menjadi introspeksi internal bagi kami, Partai Gerindra,” pungkas Ketua Harian DPP Gerindra ini.
MONITOR, Jember - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya membangun ekosistem…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah terus memperkuat penyelenggaraan haji yang inklusif bagi penyandang…
MONITOR, Jakarta – Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Cris Kuntadi menegaskan bahwa pejabat fungsional di…
MONITOR, Tangerang Selatan - Bertambahnya jumlah guru besar di lingkungan Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif…
MONITOR, Bogor - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI resmi meluncurkan Sistem Informasi Kepegawaian (SIMPEG)…
MONITOR, Bekasi – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa data Sensus Ekonomi (SE) 2026 akan…