PEMERINTAHAN

Menteri UMKM Dorong Soto Banjar Masuk Identitas Gastronomi Dunia

MONITOR, Banjarbaru – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan dukungannya terhadap upaya Kota Banjarbaru menjadi pusat gastronomi dunia melalui penguatan makanan khas yakni soto banjar sebagai identitas kuliner unggulan daerah.

Dukungan tersebut disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun ke-27 Kota Banjarbaru yang dirangkaikan dengan Festival Soto Banjar Menuju Kota Gastronomi, Senin (20/4). Dalam kesempatan itu, Menteri Maman menekankan penguatan identitas kuliner lokal dapat menjadi penggerak utama peningkatan kesejahteraan pengusaha UMKM.

“Soto banjar sebagai makanan khas Banjar memiliki potensi besar untuk menembus pasar nasional hingga internasional. Ini menjadi peluang bagi pengusaha UMKM sektor kuliner untuk terus tumbuh dan berkembang,” ujar Maman saat menyapa masyarakat yang mengantre dalam pembagian 15.000 porsi soto banjar gratis di Lapangan Dr. Murjani, Banjarbaru.

Berdasarkan data Kementerian UMKM, Banjarbaru memiliki 42.114 unit usaha, yang terdiri atas 41.552 usaha mikro, 491 usaha kecil, dan 71 usaha menengah. Struktur ini menunjukkan dominasi usaha mikro sebagai tulang punggung ekonomi daerah. Dari sisi inklusivitas, kepemilikan usaha antara laki-laki dan perempuan relatif seimbang, mencerminkan peran signifikan perempuan dalam menggerakkan perekonomian lokal. Selain itu, terdapat 1.073 pengusaha UMKM dari kalangan disabilitas, yang memperkuat karakter ekonomi Banjarbaru yang terbuka dan inklusif.

Menteri Maman juga menyoroti kekayaan budaya Banjarbaru yang menjadi kekuatan ekonomi kreatif, seperti batik sasirangan dan tradisi lisan Madihin. Keberagaman ini tidak hanya memperkaya identitas daerah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi produk UMKM melalui narasi budaya yang kuat.

“Kuliner khas Banjarbaru tidak hanya soto banjar, tetapi juga beragam produk lainnya yang perlu terus diperkuat pemasarannya. Pemerintah akan mendorong dukungan permodalan dan kemudahan perizinan agar pengusaha UMKM dapat berkembang lebih optimal,” katanya.

Menurut Maman, Banjarbaru memiliki potensi besar untuk menjadi model kota berbasis ekonomi kreatif dan UMKM. Hal ini didukung oleh tata kota yang tertata, ekonomi kerakyatan yang kuat, serta nilai kebersamaan masyarakat yang tercermin dalam semangat “bubuhan”.

Di tingkat nasional, pemerintah telah mengalokasikan Rp1.580 triliun untuk pembiayaan UMKM dari total Rp8.149 triliun kredit perbankan. Namun demikian, Menteri Maman mengingatkan bahwa efektivitas pertumbuhan UMKM masih menghadapi tantangan, salah satunya maraknya produk impor ilegal yang mengganggu pasar domestik.

“Salah satu tantangan utama adalah masuknya produk impor ilegal yang menghambat daya saing produk lokal. Kita perlu memastikan pasar dalam negeri tetap aman dan berpihak pada pengusaha UMKM Indonesia,” katanya.

Untuk itu, ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Banjarbaru, untuk terus berinovasi dan memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan UMKM sebagai pilar ekonomi yang tangguh.

Kementerian UMKM juga terus mendorong penguatan usaha berbasis kekhasan daerah, termasuk soto banjar, melalui perluasan akses pasar serta fasilitasi pembiayaan melalui perbankan Himbara guna mendukung pengembangan usaha.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Dalam berbagai situasi, sektor ini selalu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, termasuk di Kalimantan Selatan,” ujar Maman.

Pada kesempatan tersebut, Menteri UMKM turut menyerahkan sertifikat apresiasi kepada Wali Kota Banjarbaru, Hj. Erna Lisa Halaby, atas dedikasinya dalam pemberdayaan pengusaha UMKM di Banjarbaru.

Recent Posts

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

24 menit yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

27 menit yang lalu

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

4 jam yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

7 jam yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

23 jam yang lalu

Ponpes Hamalatul Qur’an Sukoharjo Belum Berizin, Gugun Gumilar Dukung Penegakan Hukum Transparan

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) menegaskan bahwa lembaga Hamalatul Qur’an yang berada di Sukoharjo…

1 hari yang lalu