MONITOR, Jakarta – Penangkapan Edhy Prabowo, kader Gerindra yang menduduki jabatan Menteri Kelautan dan Perikanan, oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencengangkan publik. Edhy dijerat tindak pidana kasus suap atas ekspor benih lobster.
Terkait kasus Edhy ini, Partai Gerindra pun meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Dimana, Ketua Umum Prabowo Subianto berkali-kali menyinggung tidak mentolerir praktik korupsi dan suap di kalangan kadernya.
Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad pun meminta maaf atas kejadian yang menyeret kadernya tersebut. Permintaan maaf itu ia layangkan kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia.
“Kami mohon maaf. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, kami memohon maaf atas musibah yang menimpa kader kami, Edhy Prabowo,” ucap Sufmi Dasco Ahmad, kepada awak media.
“Kekhilafan dalam peristiwa ini menjadi introspeksi internal bagi kami, Partai Gerindra,” pungkas Ketua Harian DPP Gerindra ini.
MONITOR, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah…
MONITOR, Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada 1…
MONITOR, Jakarta - Menyusul meningkatnya situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, sejumlah negara tetangga Arab…
MONITOR, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Ahlulbait Indonesia (ABI) menyampaikan pernyataan sikap resmi atas peristiwa…
MONITOR, Jakarta - Wakil Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ahmad Tholabi Kharlie, mengajak…