Categories: PERTANIAN

Kementan Dorong UMKM Pangan lokal Pemasaran Online

MONITOR, Bekasi – Pandemi Covid-19 menerpa hampir seluruh negara di dunia, termasuk Indonesia. Berbagai kebijakan untuk mengatasi dampak pandemi telah dilakukan pemerintah, diantaranya physical distancing, pembatasan sosial berskala besar, dan larangan untuk berpergian.

Kebijakan ini bermanfaat untuk ketahanan kesehatan masyarakat, namun disisi lain berdampak signifikan bagi dunia usaha di Indonesia, terutama UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah).

Untuk mengatasi hal tersebut, Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan Ekspose UMKM Pangan Lokal selama 4 hari ke depan, mulai 26 sampai 29 November 2020, di Summarecon Mall Bekasi, Jawa Barat.

“Saya berharap, acara ini menjadi ajang kreativitas dan inovasi UMKM Pangan Lokal dalam pengembangan usaha, sebagai salah satu upaya peningkatan aksesibilitas dan penyediaan produk yang beragam, serta promosi dan edukasi untuk meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat,” ujar Menteri Pertanian syahrul Yasin Limpo, dalam sambutannya pada pembukaan Ekspose Pangan Lokal di Mall Summarecon Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/11/2020).

Menurut Syahrul, UMKM pangan memegang peran penting dalam pengembangan industri pangan, khususnya pangan lokal di Indonesia.

“Kenyang tidak harus dengan nasi atau beras saja tetapi kita punya sumberdaya yang sangat banyak, ada jagung, kentang, sagu, singkong, jagung, talas dan lain lain, semua itu tersedia hampir disemua daerah” tegasnya.

Menurutnya dalam pameran UMKM pangan lokal ini, dia melihat penyajiannya tidak lagi klasik, singkong bisa diolah berbagai macam begitupun dengan pisang, sagu, dan lainnya.

“Kita lihat mie tidak harus menggunakan gandum, ada mie dari singkong, sagu, talas dan ada juga tepung tepungannya,” ungkapnya

Syahrul menyebut jika UMKM pangan lokal perlu hadir tidak hanya di pasar tradisional melainkan juga harus ada di pasar modern seperti mall dan rest area yang selama ini tidak pernah didominasi oleh pangan lokal.

“Saya berharap dukungan semua pihak baik provinsi maupun kabupaten dan kementerian lain, kita buka ruang bagi umkm untuk pemasarannya, dan dalam masa pandemi ini juga ada perubahan pola pembelian masyarakat dengan aplikasi online, kita dorong UMKM ini untuk pemasaran digitalnya,” tegasnya.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi dalam acara tersebut mengatakan, untuk melaksanakan diversifikasi pangan sekaligus memberdayakan UMKM pangan lokal, perlu dilakukan keberpihakan dan implementasi dilapangan.

“Kegiatan ini merupakan implementasi program kementerian pertanian yaitu diversifikasi pangan dengan mengembangkan pangan lokal sumber karbohidrat non beras,” ujar Agung Hendriadi.

Agung menyebut tujuan diversifikasi pangan lokal adalah menurunkan konsumsi beras dari 94,9 kg/kap/thn menjadi 85 kg/kap/thn pada tahun 2024.

“Potensi pangan lokal sumber karbohidrat selain beras, seperti singkong, jagung, sagu, kentang, pisang dan talas perlu digali sebagai pangan sumber karbohidrat alternatif selain beras, sehingga kita tidak terlalu tergantung hanya pada beras,” pungkasnya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

13 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

14 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

23 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

1 hari yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

1 hari yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

1 hari yang lalu