POLITIK

Pakar Minta Jokowi Evaluasi Mahfud MD

MONITOR, Jakarta – Pakar politik dan hukum Universitas Nasional Jakarta, Saiful Anam, meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk mengevaluasi Menko Polhukam Mahfud MD.

Hal itu disampaikan Saiful saat menanggapi pencopotan Kapolda Metro Jaya dan Jawa Barat karena dianggap telah membiarkan pelanggaran protokol kesehatan Covid-19 dalam kerumunan massa di serangkaian acara yang melibatkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Saiful mengungkapkan bahwa Menko Polhukam Mahfud MD layak untuk dievaluasi lantaran menjadi orang pertama yang memberi lampu hijau kepada masyarakat untuk hadir dalam setiap acara Rizieq Shihab.

“Ini kan dadakan. Padahal Menko Polhukam sudah memberi lampu hijau, mestinya kalau kapolda salah, maka yang harus tanggung jawab Kapolri, bahkan Menko Polhukam,” ungkapnya seperti dikutip dari Kantor Berita Politik RMOL, Jakarta, Selasa (17/11/2020).

Oleh karena itu, Saiful menegaskan, Presiden Jokowi sudah seharusnya mengevaluasi Mahfud MD karena kerap berseberangan dengan visinya.

“Menko Polhukam Mahfud MD juga harus dievaluasi oleh Jokowi karena statement-nya yang sering berseberangan dengan langkah yang diinginkan oleh Presiden Jokowi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Pol Idham Azis telah mencopot Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dari jabatannya.

Pencopotan itu merupakan buntut dari munculnya kerumunan massa di acara yang digelar oleh Imam Besar FPI Rizieq Shihab di kawasan Petamburan, Jakarta, dan di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Pol Argo Yuwono, mengatakan bahwa Nana dan Rudy dicopot lantaran tidak melaksanakan perintah terkait pengamanan protokol kesehatan Covid-19.

“Ada dua Kapolda yang tidak melaksanakan perintah dalam menegakkan protokol kesehatan, maka diberikan sanksi berupa pencopotan, yaitu Kapolda Metro Jaya dan Kapolda Jawa Barat,” katanya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (16/11/2020).

Menurut Argo, posisi Kapolda Metro Jaya akan diisi oleh Irjen Pol Fadil Imran. Sedangkan posisi Kapolda Jabar yang ditinggalkan Rudy bakal digantikan oleh Irjen Pol Ahmad Dofiri.

Recent Posts

Kecam Serangan AS-Israel, MUI: Melanggar Hukum Internasional

MONITOR, Jakarta — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, KH Asrorun Niam Sholeh, mengecam keras…

26 menit yang lalu

Kemenperin Pacu Implementasi TKDN melalui Sertifikasi Profesi Verifikator

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat implementasi kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) guna…

2 jam yang lalu

Gus Yahya Temui Dubes AS Bahas Perdamaian Timur Tengah

MONITOR, Jakarta — Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf melakukan…

4 jam yang lalu

Campuspreneur Expo Hadirkan 30 Wirausahawan Muda Potensial di Kalangan Mahasiswa

MONITOR, Surakarta – Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret(UNS) menggelar pameran Campuspreneur Expo yang diikuti 30 wirausahawan potensial dari kalangan mahasiswa. Pameran digelar di…

4 jam yang lalu

Dirut Jasa Marga: Periode Arus Balik Libur Panjang Lebaran 2026 Telah Berakhir

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa…

4 jam yang lalu

Klaim Harga Bahan Pokok Stabil Pasca-Lebaran 2026, Mendag: Daya Beli Masyarakat Menguat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Perdagangan mencatat stabilitas harga bahan pokok selama Ramadan hingga Idulfitri 2026,…

9 jam yang lalu