Punya Dam Parit, Indeks Pertanaman di Gunung Kidul Meningkat

Dam Parit

MONITOR, Gunung Kidul – Keinginan kelompok tani (poktan) Ngudi Subur di Desa Plumbungan, Kecamatan Patuk, Gunung Kidul, DIY untuk bisa menanam hingga tiga terwujud. Pasalnya, Dam Parit yang dibangun petani melalui anggaran Tahun 2020 berhasil meningkatkan Indeks pertanaman dari dua kali, jadi 3 kali tanam dalam 1 tahun.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, pembangunan Dam Parit untuk mengantisipasi musim kering. Pembangunan itu diharapkan bisa menampung air hujan dan mengairi sawah, sehingga mampu meminimalisir kerugian petani.

“Program pembangunan embung itu merupakan program strategis untuk penampungan air hujan atau sumber sumber mata air di tempat lain. Luas layanan minimal 25 Ha (tanaman pangan), 20 Ha (hortikultura, perkebunan, dan peternakan),” ujar Mentan SYL.

Menurut Mentan SYL, pembuatan embung untuk meningkatkan pendapatan petani melalui penerapan pertanian yang lebih baik. Proyek konservasi lahan juga diharapkan menyelamatkan lahan kritis dengan menanamkan tanaman konservasi produktif.

“Masyarakat dan para petani diharapkan bisa menjaga dan merawat apa yang telah dibangun oleh pemerintah,” pintanya.

Sementara, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy menjelaskan, untuk pembangunan infrastruktur ini dicanangkan 400 Unit di 30 Provinsi dan lebih dari 226 Kabupaten/Kota. Kegiatan dapat berupa Embung, Dam Parit, dan Longstorage. Luas layanan minimal 25 Ha (tanaman pangan), 20 Ha (hortikultura, perkebunan, dan peternakan).

“Dam Parit sesuai dengan kebutuhan petani. Sebagian besar dananya disalurkan melalui sistem swakelola petani. Dengan swakelola oleh petani, hasilnya umumnya akan lebih bagus dan petani merasa lebih memiliki. Kita membangun secara bertahap berdasarkan kebutuhan masyarakat petani,” ujar Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy menambahkan, dengan diserahkannya program ini kepada kelompok tani, maka pembangunan infrastruktur akan dilakukan secara gotong royong atau swakelola. Bagi masyarakat petani yang membutuhkan bantuan pembangunan embung atau Dam Parit bisa mengajukan ke Dinas Pertanian kabupaten atau kota masing-masing.

“Nanti dinas bisa meneruskannya ke Ditjen PSP untuk ditindaklanjuti. Bantuan ini diharapkan bisa membantu petani yang tujuannya bisa mensejahterakan petani,” jelas Sarwo Edhy.

Ketua poktan Ngudi Subur mengatakan, Sumber air Dam Parit merupakan saluran kecil yang airnya mengalir secara terus menerus, kemudian di tampung dan di alirkan melalui saluran sepanjang 180 meter untuk mengairi lahan sawah seluas 50 ha sepanjang tahun.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya Dirjen PSP Sarwo Edhy yang telah memberikan kegiatan Dam Parit. Alhamdulilah bisa meningkatkan pendapatan petani di Kabupaten Gunung Kidul,” ujarnya.

Dengan meningkatnya IP jadi 3 kali, petani bisa meningkatkan produksi sekitar 350 Ton, dengan produksi rata-rata 7 ton per hektare.

“Diharapkan bisa panen 3 kali dalam setahun karena ketersediaan air di sawah tercukupi serta meningkatkan produksinya,” katanya.