Embung Kementan Penuhi Kebutuhan Air untuk Pertanian di Pringsewu

MONITOR, Lampung – Salah satu kendala yang ditemui pertanian di Pekon Pagelaran, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, adalah ketersediaan air. Masalah tersebut diselesaikan Kementerian Pertanian dengan membangun embung.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan kebutuhan air sangat penting buat pertanian.

“Tanpa air yang mencukupi, konsekuensinya adalah produksi pertanian tidak dapat mencapai hasil maksimal. Bukan itu saja, di saat musim kemarau akan banyak lahan pertanian yang menjadi tidak produktif. Pengaruhnya ada pada penurunan produktivitas,” tuturnya, Jumat (13/11/2020).

Kementerian Pertanian membantu petani di Pagelaran, Pringsewu, untuk mengatasi hal tersebut dengan pembangunan embung.

Menurut Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, air merupakan sumber daya dan faktor determinan yang menentukan kinerja sektor pertanian.

“Karena tidak ada satu pun tanaman pertanian dan ternak yang tidak memerlukan air. Secara kuantitas, permasalahan air bagi pertanian terutama di lahan kering adalah persoalan ketidaksesuaian distribusi air antara kebutuhan dan pasokan menurut waktu (temporal) dan tempat (spatial),” katanya.

Menurutnya Sarwo Edhy, pembuatan embung pertanian bertujuan untuk menampung air hujan dan aliran permukaan ( run off) pada wilayah sekitarnya serta sumber air lainnya yang memungkinkan seperti mata air, parit, sungai-sungai kecil dan sebagainya.

“Embung juga dibangun untuk menyediakan sumber air sebagai suplesi irigasi di musim kemarau untuk tanaman palawija, hortikultura semusim, tanaman perkebunan semusim dan peternakan. Pembangunan Embung yang merupakan waduk berukuran mikro di lahan pertanian (small farm reservoir) dibangun untuk menampung kelebihan air hujan di musim hujan,” katanya.

Air yang ditampung tersebut selanjutnya digunakan sebagai sumber irigasi suplementer untuk budidaya komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi ( high added value crops) di musim kemarau. Atau, saat curah hujan makin jarang dan supply air irigasi menurun.

“Melalui embung ini di harapkan dapat menjadi salah satu solusi ketersediaan sumber air di kabupaten Pringsewu yang sebagian besar wilayah Kabupaten Pringsewu berada pada ketinggian 100 – 200 meter dpl,” katanya.

Pembangunan Embung dengan Program Penyediaan dan Pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian secara Swakelola oleh Kelompok Tani Puji Sutrisno di Pekon Pagelaran Kec. Pagelaran Kabupaten Pringsewu melalui UPKK (Unit Pengelola Keuangan dan Kegiatan).

Dana bantuan ini berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tugas Pembantuan (APBN-TP) dengan Program Bantuan Pemerintah (BAPEM) Tahun Anggaran (2020) melalui Dinas Pertanian Kab. Pringsewu.

Kegiatan Pembangunan Embung ini dikoordinir oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertaian Dinas Pertanian Kab. Pringsewu bersama Ketua UPKK Kelompok Tani Puji Sutrisno dan Tim Teknis.

Wilayah pekon Pagelaran sebelum adanya bantuan ini, petani hanya mengandalkan dari irigasi yang sumber air nya selalu kecil dan tidak stabil dan berasal dari luar kabupaten Pringsewu serta sebagian lainnya adalah tadah hujan maka di lahan pertanian Pekon Pagelaran ini harus memiliki Embung sebagai sumber stok air yang dapat dimanfaatkan oleh petani seluas ± 30 Ha.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen PSP, yang telah mengalokasikan Dana Bantuan Pembangunan Embung dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tugas Pembantuan (APBN-TP) dengan Program Bantuan Pemerintah (BAPEM) Tahun Anggaran (2020) melalui Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu,” tutur Witanto, selaku Ketua Kelompok Tani Puji Sutrisno.