Dukung Pertanian Cianjur, Kementan Bangun 3 Dam Parit

Dam Parit

MONITOR, Cianjur – Dukungan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk pertanian di Cianjur, Jawa Barat, tidak main-main. Melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian membangun 3 dam parit di Cianjur.

Lokasi kegiatan pembangunan dam parit Kementerian Pertanian dilakukan di Desa Babakan Caringin-Kecamatan Karang Tengah, Desa Sindangsari-Kecamatan Kadupandak, dan di Desa Neglasari Kecamatan Cidaun. Realisasi kegiatan sudah selesai 100%, baik bangunan fisik maupun keuangannya.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan, pembangunan embung pertanian merupakan salah satu upaya adaptasi perubahan iklim.

“Embung berfungsi untuk memanen air hujan dan aliran permukaan (rainfall and run off harvesting), terutama pada musim kemarau. Dengan demikian, air akan tetap tersedia untuk pertanian dalam kondisi apa pun. Dan pertanian bisa terus berlangsung meski sedang kemarau,” tuturnya, Kamis (12/11/2020).

Sementara Dirjen PSP Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy, mengatakan pembangunan embung pertanian bertujuan menahan dan menampung aliran air yang bersumber dari mata air, curah hujan, sungai dan sumber air lainnya dalam bentuk embung.

“Long storage dan dam parit yang dimanfaatkan sebagai air irigasi suplementer pada musim kemarau, bisa dimanfaatkan untuk budidaya komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan (tanaman pakan ternak, sanitasi dan minum ternak),” katanya.

Sarwo Edhy menjelaskan, realisasi pembangunan embung pertanian bisa dalam bentuk embung, long storage (menambung air) atau dam parit (menahan dan menampung aliran air).

“Pada tahun 2020, Kabupaten Cianjur mendapatkan alokasi kegiatan pembangunan embung pertanian yang bersumber dari dana APBN melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian sebanyak 3 unit yang diwujudkan dalam bentuk dam parit untuk menahan dan menampung aliran sungai, mata air untuk selanjutnya disalurkan ke lahan pertanian,” katanya.

Kelompok Tani Sukamukti Desa Sindangsari, Kecamatan Kadupandak yang diketuai Iyep Junaedi, menyampaikan terima kasih kepada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian. Yang telah membangun dam parit

“Manfaat dam parit tersebut selain dirasakan oleh kelompok tani penerima bantuan yaitu kelompok tani suka mukti yang mempunyai luasan areal 50 ha, juga dirasakan kelompok tani lainnya yaitu Kelompok Tani Setia Tani Desa Sindang Sari dan Kelompok Tani Rahayu Desa Bojong Kasih,” kata Iyep.

Sumber air yang ditampung dam parit berasal dari air terjun Curug Cijengkol yang tetap mengalir walaupun musim kemarau. Sebelum dibangun dam parit, aliran air tersebut hanya mengalir melalui sungai yang posisinya lebih rendah dari lahan pertanian sehingga tidak dapat dimanfaatkan.

Setelah dibangun dam parit, aliran air tersebut dapat ditampung dan dialirkan ke lahan pertanian sehingga dapat meningkatkan luas areal tanam dan indeks pertanaman menjadi IP 300.

Petugas penyuluh pertanian di wilayah tersebut, Yusup dan Agus, menginformasikan terdapat 1 sumber air lagi yaitu air terjun Curug Cempaka di Desa Sindang Sari yang warganya juga meminta untuk dapat dibangun dam parit untuk mengairi lahan pertaniannya terutama pada musim kemarau.

Sama seperti Curug Cijengkol, sebelum dibangun dam parit, aliran air dari Curug Cempaka mengalir ke sungai yang posisinya lebih rendah dari lahan pertanian sehingga tidak dapat dimanfaatkan oleh petani untuk pertanian.

Sebelum adanya dam parit dari lahan usaha anggota kelompok tani seluas 45 ha, pada musim kemarau hanya mampu tanam seluas 20 ha sedangkan setelah adanya dam parit yang selesai dibangun bulan agustus 2020, saat ini pertanaman padi sudah 30 ha. Jadi ada penambahan luas areal tanam 10 ha.

Pada tahun selanjutnya penambahan luas areal tanam akan lebih luas lagi karena pertanaman musim kemarau bisa dilakukan lebih awal dengan adanya air yang sudah tersimpan di dam parit.