Kepala Disnaker Kota Depok, Manto
MONITOR, Depok – Kepala Dinas Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Depok, Manto menyebut, saat ini jumlah pengangguran di Kota Depok mencapai 72 ribu orang dan 65 persen di antaranya adalah lulusan SLTA sederajat.
Untuk itu, kata Manto, Disnaker Kota Depok memastikan akan melakukan kerjasama yang akan terjalin antara Lembaga Latihan Kerja (LPK) dan SMK, mampu tekan angka pengangguran.
“Kami pastikan angka pengangguran bisa turun. Karena, jika kerjasama ini sudah berjalan, siswa SMK akan mendapatkan pelatihan untuk bekal keterampilan sebelum masuk ke dunia kerja,” kata Manto, di Balaikota, Rabu (11/11).
Manto mengatakan, berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok tahun 2019, jumlah penduduk di Kota Depok sebanyak 2,4 juta jiwa. Sedangkan angka pengangguran sebanyak 72 ribu orang atau 6,11 persen.
“Angka pengangguran tersebut didominasi oleh lulusan SLTA sebanyak 65,75 persen, diploma 20,51 persen, SLTP 8,02 persen, dan SD 5,7 persen. Untuk itu, target kami adalah mempersiapkan lulusan siswa SMK agar bisa bersaing di dunia kerja maupun berwirausaha,” terangnya.
Manto menyebut, pada dasarnya tingkat pengangguran di Kota Depok setiap tahunnya menurun. Hal ini dapat terlihat pada data tahun 2015 angka pengangguran sebesar 7,48 persen, 2017 sebesar 7 persen dan 2018 sebesar 6,64 persen.
“Masalah pengangguran, bukan hanya tugas pemerintah. Tetapi pihak swasta maupun stakeholder terkait juga harus punya andil dan kontribusi. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa segera terjalin, agar permasalahan pengangguran bisa segera teratasi,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 kembali menuai kritik. Jaringan Pemantau…
MONITOR, Jakarta - Menyambut tahun ajaran baru 2026/2027, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengajak masyarakat untuk semakin…
MONITOR, Bangka Belitung – Suasana hangat dan penuh kekhidmatan menyelimuti kediaman Mbah Sarmidi Mangunwilogo Cokrodiningrat,…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa Rancangan perubahan UU…
MONITOR, Banjarmasin - Masa depan Indonesia sangat ditentukan oleh keberanian mengubah paradigma pembangunan dari ekonomi…
MONITOR, Jakarta - Analisis Dunia Islam dan Timur Tengah (Timteng) Mahfuz Sidik mengatakan, seluruh negara…