PEMERINTAHAN

Menteri Basuki: Kontribusi HATTI Sangat Penting untuk Ketahanan Infrastruktur

MONITOR, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menginginkan agar para ahli teknik tanah dan geoteknik yang tergabung dalam Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) untuk terus meningkatkan kontribusinya dalam perencanaan, utamanya terkait fondasi untuk menjamin ketahanan infrastruktur.

“Melalui penyelenggaraan Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) XXIV HATTI ini, saya ingin menyampaikan pesan kepada para Ahli Teknik Tanah dan Geoteknik untuk terus berkontribusi dalam memecahkan permasalahan desain dan supervisi yang handal dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” kata Menteri Basuki saat membuka Pertemuan Ilmiah yang digelar secara virtual pada Selasa (10/11/2020).

Ditambahkan Menteri Basuki, salah satu hal yang harus dibahas dalam pertemuan ilmiah tersebut adalah tingkat kehati-hatian sebagai perencana fondasi dan analisa geoteknik yang terkait lainnya seperti longsoran, likuifaksi, subsidence, gerakan air tanah dan lain sebagainya.

“Ketersediaan data tanah dan batuan yang memadai menjadi kunci dan mutlak sangat diperlukan untuk fondasi berbagai bangunan infrastruktur. Data tanah bawah permukaan yang kurang memadai akan berakibat mundurnya waktu dan penambahan biaya pelaksanaan konstruksi sehingga menjadi tidak efisien,” tutur Menteri Basuki.

Dua faktor tersebut dikatakan Menteri Basuki menjadi penyebab utama dan dapat berakibat buruk di masa operasionalnya nanti. Untuk itu, sebagai upaya mengurangi kemungkinan terjadinya

kecelakaan konstruksi, Kementerian PUPR telah membentuk Komite Keselamatan Konstruksi (Komite K2).

Peran para ahli geologi dalam pembangunan infrastruktur bukan hanya sebagai pendukung namun sangat menentukan keselamatan dalam pembangunan infrastruktur dan memberikan panduan. Dalam siklus konstruksi, peran ahli geologi banyak terlibat dalam tahap survey dan investigasi, desain, perencanaan dan tahap pembangunan infrastruktur.

Pembangunan infrastruktur yang menjadi program prioritas nasional banyak menemui tantangan kondisi alam yang membutuhkan kontribusi keilmuan para ahli geologi. Berbagai jenis batuan dan tanah dapat ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah tanah lunak dan gambut. Selain itu Indonesia juga terletak dalam area Ring of Fire dan negara dengan curah hujan yang relatif tinggi.

“Berdasarkan pengalaman terjadinya likuifaksi di Palu, Kementerian PUPR memandang bahwa perkuatan fondasi infrastruktur pada daerah yang berpotensi likuifaksi sangat diperlukan. Selain itu, saya juga perlu mengingatkan kembali bahwa pengawasan atas perilaku bangunan -bangunan infrastruktur pasca konstruksi (operasi) sangat penting, misalkan pada bendungan, jembatan panjang, gedung bertingkat dan bangunan lainnya yang mengalami penuaan atau susut usia,” ujar Menteri Basuki.

Tantangan kondisi geologi yang unik di Indonesia juga turut dijumpai pada Jembatan Cisomang yang bergerak pada akhir tahun 2016, akibat kurangnya antisipati terhadap kondisi tanah yang disebabkan tanah clay shale dan jembatan berada diatas area Patahan/Fault yang akhirnya bisa diselesaikan berkat peran ilmu geoteknik. Enam tahapan penanganan dilakukan pada Jembatan Cisomang yakni unloading tanah, jacketing pilar, Fiber Reinforced Polymer ( FRP), Bored Pile, Strutting Baja P2-P3, serta Grouting pada pilar.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

11 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

12 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

21 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

24 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

24 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

1 hari yang lalu