PERTANIAN

Bungaran Saragih: Saya Gembira Pertanian Tumbuh di Kuartal III

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian periode 2000-2004 pada Kabinet Gotong Royong, Profesor Bungaran Saragih mengapresiasi kinerja sektor pertanian yang mampu tumbuh positif di kuartal III 2020 hingga mencapai 2,15 persen (YonY). Menurut Bungaran, capaian tersebut bukan sesuatu yang mudah karena diraih pada saat situasi ekonomi makro tumbuh secara negatif.

“Menurut saya 2,15 persen itu angka yang sangat menggembirakan karena sekarang kita berada pada situasi pertumbuhan makro ekonomi yang negatif. Hasil tersebut merupakan performance yang luar biasa. Dan buat saya, capian ini menunjukan bahwa kita tidak perlu khawatir dengan ketahanan pangan kita,” ujar Prof Bungaran, Minggu, 8 November 2020.

Bungaran mengatakan, rangkaian kemajuan sektor pertanian tersebut bisa dilihat berdasarkan data BPS saat merilis pertumbuhan pertanian pada kuartal 1. Kemudian terjadi peningkatan hebat di kuartal 2, lalu bergerak positif di kuartal 3. Lebih dari itu, sektor pertanian juga mencatatkan satu-satunya sektor yang tumbuh positif untuk Produk Domestik Bruto (PDB) dihitung secara tahunan (y on y).

Seperti diketahui, berdasarkan data BPS, sektor pertanian berkontribusi besar terhadap pendapatan domestik bruto (PDB) dimana kuartal II 2020 tumbuh hingga mencapai 2,19 persen, dan kuartal III masuh tumbuh 2,15 persen. Adapun kontribusi PDB di kuartal III 2020 mencapai 14,58 persen.

“Kalau dalam pembangunan pertanian itu, kita harus melihat dari angka PDB. Jadi kalau PDB pertanian meningkat 1 persen pertahun, itu adalah kinerja yang cukup baik. Kemudian kalau naiknya dari 1 sampai 2 persen itu sangat baik sekali. Apalagi saya tau menumbuhkan PDB itu bukan pekerkaan mudah,” katanya.

Selanjutnya, yang menjadi perhatian Prof Bungaran adalah perlunya optimalisasi produksi pertanian dari tataran hilir. Bungaran mengatakan, optimalisasi ini merupakan produksi pasca panen atau off fam.

“Maksud saya performance pertanian itu tidak bisa dilihat dari segi on fam nya saja. Tapi sebenarnya di off fam juga harus terus bertumbuh. Menurut saya kalau tidak ada agro industri, maka pertanian kita akan menurun. Hanya saja kalau kita lihat PDB kita saat ini, bisa dipastikan on fam dan off famnya berjalan dengan baik. Itulah mengapa ekonomu kita saat ini selamat jika dibandingkan negara lain seperti Singapura, Malaysia, Thailand atau Korea sekalipun. Kenapa? karena kita punya sistem agribisnis yang kuat,” katanya.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo dalam beberapa kesempatanya menyampaikan bahwa saat ini Kementan tengah mendorong berbagai perusahaan swasta untuk bersama-sama membangun pertanian Indonesia yang lebih maju, lebih mandiri dan lebih modern.

Sebagai komitmen jangka panjang,
Kementan menghadirkan program hilirisasi melalui Gerakan Tiga Kali Ekspor (Geratieks) sebagai pendobrak kerja luar biasa dalam peningkatan ekspor Indonesia selama 4 tahun ke depan. Program ini juga biasa disebut sebagai gerakan pemersatu kekuatan seluruh pemegang kepentingan pembangunan pertanian dari hulu sampai hilir.

“Saya menitipkan pesan kepada eksportir agar kalian membuka lapangan pekerjaan secara luas. Kami butuh tangan eksportir agar rakyat kita banyak yang kerja. Caranya tingkatkan ekspor kalian menjadi tiga kali lipat,” tutupnya.

Sebagaimana diketahui bersama, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni bulan lalu mengalami surplus sebesar USD1,27 miliar. Surplus ini terjadi karena nilai ekspor lebih besar dari impor. Adapun nilai ekspor secara keseluruhan pada bulan Juni 2020 mencapai USD12,03 milar. Sedangkan impor selama Juni sebesar USD10,76 miliar.

Recent Posts

Sekjen Kemenag: Percaya Penuh Bawahan Kunci Organisasi Dinamis

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menekankan pentingnya pola kepemimpinan yang…

35 menit yang lalu

Rano Alfath: Reformasi Polri Harus Fokus Perbaikan Kultur, Bukan Struktur

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi III DPR RI Moh. Rano Alfath menilai reformasi Polri…

8 jam yang lalu

Fakultas Syariah UID gandeng PA Depok Perkuat Link and Match Dunia Akademik-Peradilan

MONITOR, Depok - Fakultas Syariah Universitas Islam Depok (UID) menegaskan komitmennya dalam memperkuat link and…

10 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp170 Juta untuk Sarpras MAN 1 Langkat Pascabanjir

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama hari ini menyalurkan bantuan pascabanjir…

10 jam yang lalu

JPPI: Program MBG Berhasil Merusak Arah Kebijakan Pendidikan Nasional

MONITOR, Jakarta - BGN mulai hari ini 8 Januari 2026 menjalankan kembali Program MBG secara…

13 jam yang lalu

Kemenag Pastikan Masjid Negara IKN Siap Digunakan di Ramadan 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama memastikan Masjid Negara Ibu Kota Nusantara (IKN) sudah siap digunakan…

14 jam yang lalu