MEGAPOLITAN

Tidak Lagi Berupa Sembako, Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta Usul Bantuan Langsung Tunai

MONITOR, Jakarta – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD DKI Jakarta mengusulkan bantuan sosial untuk warga dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai (BLT) bukan lagi dalam bentuk paket sembako.

Dalam pandangan Umum Fraksi-Fraksi yang di sampaikan Kamis, 5 Nopember 2020, Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta menyampaikan bahwa, dalam masa pandemi Covid-19 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam kurun waktu 9 bulan masyarakat Jakarta diberikan bantuan berupa sembako dalam bentuk kemasan.

Sekretaris Fraksi PKB DKI Jakarta, Yusuf, menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Anies Baswedan karena selama pandemi Covid-19 Pemprov DKI Jakarta menganggarkan kurang lebih 5,1 T lebih untuk penanganan covid 19 yang dialokasikan di Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk masyarakat DKI Jakarta yang terdampak Covid-19 dan untuk tahun 2021 juga di anggarkan di Belanja Tidak Terduga (BTT) sebesar 5 Triliun.

“Kita sangat berterimakasih kepada Gubernur DKI Jakarta atas perhatiannya terhadap masyarakat yang terdampak Covid 19 dalam pemulihan ekonomi di DKI Jakarta. Terkait dengan program bantuan sosial dari pemerintah Provisi DKI Jakarta, bagi warga Jakarta yang terdampak pandemi, yang selama ini mendapatkan sembako berbentuk beras, terigu, minyak, gula dan yang lainnya,” kata Yusuf melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Jum’at (6/11/2020).

Namun meski demikian, Fraksi PKB DPRD DKI Jakarta kata Yusuf mengusulkan agar kiranya bantuan tersebut dirubah menjadi Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang nilai rupiahnya disesuaikan dari nilai bansos tersebut.

“Kami berpendapat, BLT memiliki banyak keunggulan saat ini, dibanding dengan Paket sembako. Pertama warga penerima bantuan lebih fleksibel dalam memanfaatkan bantuan dari Penprov DKI Jakarta untuk kebutuhan lainnya seperti pembelian lauk pauk, sayur mayur dan kebutuhan pokok lainnya yang memang belum tersedia di rumahnya,” terang Yusuf.

Alasan kedua lanjut Yusuf, dengan belanja ke warung warung terdekat lingkungan sekitar juga dapat memutarkan roda perekonomian di sekitar, secara langsung dapat terbangun situasi saling membantu di antara warga di masa pandemi dimana hal ini merupakan bentuk kolaborasi sosial seperti di gagas saudara Gubernur Provisi DKI Jakarta. 

“Ketiga dengan adanya transaksi bisnis konsumsi rumah tangga maka dengan sendirinya akan terjadi perputaran roda ekonomi di level masyarakat, yang mana hal ini secara nyata akan langsung menggerakan roda perekonomian di provinsi DKI Jakarta dan juga mempercepat laju pertumbuhan ekonomi Nasional,” pungkasnya.

Recent Posts

Rekor Pendaftar Terbanyak: 3.420 Abstrak Bersaing Ketat di AICIS+ 2026, 384 Naskah Lolos Seleksi

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama Republik Indonesia melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat…

2 jam yang lalu

Kemnaker Minta Peserta MagangHub Batch 2 Tertib Administrasi

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) meminta peserta MagangHub Batch 2 Angkatan II tertib memenuhi…

3 jam yang lalu

Menteri UMKM Ajak Mahasiswa Jadi Pencipta Solusi melalui Kewirausahaan

MONITOR, Bandung - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengajak mahasiswa mengembangkan…

3 jam yang lalu

Panen Demplot ExtraGen di Malang Tembus 12,5 Ton per Hektare, Pemkab Siapkan Pengembangan Lebih Luas

MONITOR, Malang - Pemerintah Daerah Kabupaten Malang bersama PT Indoraya Mitra Persada 168 (IMP 168)…

18 jam yang lalu

Kemenag RI Turun Tangan di GKPI Mauk Sepatan, Gembok Dikembalikan dan Jamin Kebebasan Beribadah

MONITOR, Tangerang — Kementerian Agama RI melalui Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, turun…

1 hari yang lalu

Produksi Padi dan Cabai Bogor Meningkat dalam Demplot Aplikasi Pupuk Hayati ExtraGen

MONITOR, Bogor - Produksi padi di sejumlah wilayah Kabupaten Bogor meningkat hingga mencapai 9 ton…

2 hari yang lalu