Curah Hujan Tinggi, Petani Pandeglang Diminta Ikut AUTP

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian, Sarwo Edhy

MONITOR, Pandeglang – Para petani di Kabupaten Pandeglang, Banten disarankan untuk menjadi peserta asuransi pertanian. Hal ini untuk mengantisipasi kerugian akibat gagal tanam, terlebih saat ini para petani di Pandeglang, tengah memasuki masa tanam yang dibarengi dengan musim penghujan.

Seperti diketahui, Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) merupakan upaya Kementerian Pertanian untuk melindungi usaha tani agar petani masih bisa melanjutkan usahanya ketika terkena bencana banjir, kekeringan atau serangan OPT. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) minta Dinas Pertanian Daerah untuk mendorong petani mengikuti AUTP. Pemerintah memberikan subsidi premi asuransi tani sebesar Rp 144 ribu/ha.

“AUTP ini akan terus kami sosialisaikan ke petani. Karena ini menjadi bentuk perlindungan kepada mereka dan saat ini sudah banyak petani yang menjadi anggota AUTP,”  kata Mentan SYL, Jumat (6/11).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), Kementerian Pertanian (Kementan), Sarwo Edhy mengatakan, dengan adanya AUTP, petani yang terkena musibah banjir atau kekeringan bisa mendapatkan ganti rugi.

“Dengan membayar premi hanya Rp 36 ribu/ha/musim, petani yang sawahnya terkena bencana banjir, kekeringan dan serangan OPT dapat klaim (ganti) Rp 6 juta/ha,” kata Sarwo Edhy.

Sarwo Edhy berharap, dengan harga premi yang sangat murah petani padi bisa menjadi peserta AUTP. Jika melihat perkembangan peserta AUTP, sejak tahun 2017 hingga kini cenderung meningkat.

Adanya tren positif peserta AUTP menurut Sarwo, karena pelaksanaan asuransi pertanian yang bekerjasama dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) ini memberikan berbagai keuntungan bagi petani/peternak. Bukan hanya nilai premi yang dibayarkan petani cukup murah, tapi juga memberikan ketenangan dalam berusaha.

“Petani dan peternak semakin mengerti manfaat dan peluang dari asuransi ini. Hanya dengan seharga satu bungkus rokok, petani dan peternak bisa tidur tenang. Petani tidak tahun lahannya rusak terkena banjir, kekeringan atau terserang hama penyakit,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Pandeglang, Budi S Januardi mengatakan, pada musim tanam padi kali ini dibarengi dengan musim penghujan yang dihadapkan pula dengan Lalina. Intensitas air hujan diprediksi akan meningkat, sehingga tanaman padi para petani rawan rusak.

“Dalam menghadapi cuaca saat ini (musim penghujan), kami sudah menjalin sinergitas baik dengan pemerintah pusat dan Provinsi Banten, melakukan langkah-langkah persiapan dalam mengantisipasi terjadinya gagal tanam,” ungkap Budi.

Selain itu, lanjut Budi, pihaknya juga menyarankan kepada para petani untuk ikut asuransi pertanian. Sebab melalui program asuransi tersebut, mampu mengatasi kerugian ketika gagal tanam maupun gagal panen.

“Jika petani sudah masuk asuransi, ketika nanti ada resiko-resiko yang terjadi pada musim tanam, bisa tercover asuransi itu,” kata Budi.

Menurutnya, untuk ikut asuransi pertanian itu tidak begitu sulit bagi para petani. Tinggal menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan didaftarkan melalui Penyuluh Pertanian setempat. Bahkan untuk asuransi pertanian itu tidak hanya bagi pemilik lahan saja, akan tetapi penggarapnya juga bisa.

Dari asuransi tersebut, tambah Budi, ketika ada resiko kerugian baik dari dampak banjir, hama dan gagal panen, maka bisa mendapatkan bantuan asuransi sebesar Rp 4 sampai Rp 6 juta per hektarnya.

“Untuk luasan lahan pertaniannya juga maksimalnya hanya dua hektar, dengan premi yang harus dibayarkan dalam setiap musim itu hanya sebesar Rp 180 ribu dan mendapat subsidi dari pemerintah sebesar 80 persen, berarti petani tinggal bayar premi sebesar Rp 36 ribu,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Pertanian Pandeglang, Nasir M Daud menambahkan, ketika terjadi gagal panen untuk bisa diasuransikan itu kerusakan atau gagal panennya minimal 70 persen, dan harus dilaporkan ke Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

“Maka ikut asuransi pertanian bagi petani itu penting. Karena mereka tidak tahu resiko yang bakal terjadi, terlebih saat ini kan musim penghujan. Maka kami sarankan petani bisa ikut asuransi,” tandasnya.