Program Kartu Tani Mulai Diterapkan di Kota Tarakan

Ilustrasi: Kartu Tani

MONITOR, Tarakan – Program Kartu Tani mulai diterapkan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Sebanyak 500 petani di Kota Tarakan menerima fasilitas Kartu Tani dari pemerintah yang dibagi sejak awal September lalu.

Tahun depan, Pemerintah menargetkan penggunaan Kartu Tani dapat digunakan untuk menyalurkan pupuk bersubsidi secara nasional. Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan kebijakan penebusan pupuk subsidi dengan menggunakan Kartu Tani secara bertahap, dimulai sejak tahun 2017.

Sejalan dengan target itu, Pemerintah terus melakukan penyempurnaan e-RDKK, yaitu rencana definitif kebutuhan kelompok tani tentang kebutuhan sarana pertanian terutama kebutuhan akan pupuk bersubsidi.

“Saat ini, Pemerintah terus melakukan sosialisasi penggunaan Kartu Tani dalam penebusan pupuk bersubsidi secara nasional,” ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), Minggu (1/11).

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, uji coba penggunaan Kartu Tani pertama kali dilakukan pada lima provinsi di Pulau Jawa yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Selanjutnya, pada tahun 2018, uji coba penggunaan Kartu Tani diperluas ke 10 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Aceh, Bali, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Sarwo Edhy menjelaskan, Kartu Tani menjadi sarana akses layanan perbankan terintegrasi berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet). Keunggulan dari Kartu Tani, antara lain single entry data, proses validasi berjenjang secara online, transparan, multifungsi.

“Ketersediaan data yang lengkap dan akurat dalam Kartu Tani digunakan untuk yang pertama sebagai dasar penyusunan kebijakan bagi Kementerian Pertanian,” jelas Sarwo Edhy.

Kedua, tranparansi penyaluran dana subsidi melalui sistem perbankan bagi Kementerian Keuangan. Ketiga, data kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer bagi Pupuk Indonesia.

Keempat, bagi Bulog dapat memproyeksikan potensi panen di suatu daerah melalui data pupuk subsidi yang disalurkan, sehingga dapat segera menyerap hasil panennya, menerima dana secara utuh dan membeli pupuk subsidi sesuai kuota yang diberikan bagi petani.

“Sedangkan keunggulan kelima, bagi dinas pertanian dapat mengetahui produktivitas lahan suatu daerah. Kartu Tani diharapkan menjadi era baru untuk mensejahterakan petani Indonesia,” kata Sarwo Edhy.

Wali Kota Tarakan, Khairul mengakui, Kartu Tani ini memiliki banyak kegunaan bagi petani. Antara lain sebagai akses untuk memperoleh pupuk dengan harga yang lebih murah (subsidi) dan kemudahan untuk memperoleh kredit usaha dari perbankan.

Kartu tani juga merupakan upaya Pemerintah agar penyaluran subsidi dapat berlangsung secara transparan dan tepat sasaran. Dia meminta kepada para petani untuk dapat terus produktif.

“Para petani perlu juga melihat permintaan pasar sehingga tidak terjadi inflasi (yang tidak terkendali) di sektor pertanian. Supply dan demand tetap terjaga,” kata Khairul.

Khairul juga mengimbau agar petani yang belum mendapatkan kartu ini dapat segera mendaftarkan diri. Dengan cara bergabung dalam Kelompok Tani atau mendatangi petugas Penyuluh Pertanian.