SUMATERA

ASN Tenaga Kesehatan Tak Netral, Pjs Bupati Solok Selatan: Saya Punya Bukti

MONITOR, Solok Selatan – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Solok Selatan, Jasman Rizal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan mengenai banyaknya tenaga kesehatan yang diduga terlibat politik praktis dalam Pilkada Serentak 2020 yang digelar di daerah setempat.

“Di tangan saya berdasarkan laporan masyarakat diduga banyak tenaga kesehatan bermain politik praktis. Saya punya bukti berupa foto dan rekaman. Saya harap ke depan jangan lagi terulang,” ungkapnya di Padang Aro, Solok Selatan, Sumatera Barat, Senin.

Terkait hal itu, Jasman pun mengumpulkan seluruh kepala Puskesmas, RSUD dan Dinas Kesehatan untuk memberikan peringatan agar tidak terulang lagi.

Jasman mengaku bahwa ia memiliki bukti berupa rekaman foto dan rekaman seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) lengkap dengan seragam Puskesmas masuk ke rumah warga dan menyuruh memilih salah satu calon.

“Banyak yang melapor kepada saya, saat ini akan diberikan pembinaan dulu dan ini peringatan pertama juga terakhir bagi ASN,” ujarnya.

Jasman mengatakan, ia menerima puluhan laporan terkait tenaga kesehatan terlibat politik praktis dan berharap ke depannya tidak terulang lagi.

Selain itu, lanjut Jasman, juga ada tenaga kontrak daerah yang ikut berpolitik praktis dan membuat status di media sosial dengan tujuan memenangkan salah satu pasangan calon.

Jasman menyampaikan, ASN dan tenaga kontrak daerah diharapkan menjaga netralitas selama pilkada dan kalau masih ada yang berpolitik praktis maka tinggal tunggu saja sanksinya.

“Jangan sampai gara-gara pilkada masa depan kita sebagai ASN teraniaya, jadi sebaiknya bersikap netral saja,” katanya.

Jasman mengungkapkan, bagi ASN yang masih berpolitik praktis, sanksinya bisa saja teguran ringan hingga berat bahkan sampai pemberhentian.

Jasman pun meminta adanya partisipasi masyarakat untuk melaporkan ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) jika melihat ada ASN yang terlibat politik praktis.

Selain itu, Jasman pun akan meminta Bawaslu untuk tegas menindak ASN yang melanggar.

“Saya yakin banyak laporan masyarakat tetapi hasilnya apa dan sampai sekarang belum ada dan kami bisa menindak ASN kalo ada putusan Bawaslu,” ungkapnya. 

Recent Posts

Wamenaker Tekankan Penguatan Kompetensi dan Kemampuan Bahasa untuk Perluas Peluang Kerja

MONITOR, Yogyakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menekankan pentingnya penguatan kompetensi dan kemampuan…

48 menit yang lalu

AAWC 2026, Prof Rokhmin dorong Kerja Sama Asia-Pasifik Perkuat Ketahanan Air dan Adaptasi Perubahan Iklim

MONITOR, Vientiane, Laos – Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Menteri Kelautan dan Perikanan RI…

7 jam yang lalu

Tegas, Kemenhaj Ancam Cabut Izin Hingga Pidanakan Travel Nakal Penelantar Jemaah

MONITOR, Medan - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menegaskan komitmennya untuk melindungi para…

14 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perluas Pasar Pengusaha Kopi Terdampak Bencana Lewat ICX Medan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat upaya pemulihan ekonomi…

19 jam yang lalu

Waka Komisi IX DPR Soal Putusan MK: MBG Harus Terus Berkelanjutan Demi Investasi SDM Unggul RI

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini menanggapi putusan Mahkamah Konstitusi…

1 hari yang lalu

Eksploitasi Manusia dan Perbudakan Modern Makin Berkembang, Ketua Komisi HAM DPR Usul Revisi UU TPPO

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi XIII DPR RI, Willy Aditya berbicara soal pentingnya revisi Undang-Undang…

1 hari yang lalu