Arus Survei Indonesia; 63,3 Persen Publik Puas dengan Bantuan Kuota Internet

MONITOR, Jakarta – Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) merilis temuan survei nasional dengan tajuk bertema “Bantuan Kuota Internet: Antara Polemik dan Persepsi Publik”.

Temuan survei tersebut menunjukkan, sebanyak 63,2% publik mengaku puas (sangat puas & cukup puas) dengan kinerja Pusdatin Kemendikbud RI dalam menyalurkan bantuan kuota internet, sementara 32,1% mengaku tidak puas (kurang puas & sangat tidak puas). Sisanya 4,7% mengaku tidak tahu/tidak jawab.

“Angka 63,2% ini gabungan antara yang sangat puas dan cukup puas, sementara angka 32,1% gabungan antara yang kurang puas dan sangat tidak puas,” demikian seperti dipaparkan Direktur Eksekutif Ali Rif’an dalam rilis survei virtual yang ditayangkan langsung di Youtube Arus Survei Indonesia, Jum’at (16/10/2020).

Survei ini dilaksanakan pada 7 – 11 Oktober 2020 di 34 provinsi di Indonesia dengan cara telesurvei, yaitu responden diwawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Metode penarikan sampel Multistage Random Sampling. Jumlah responden 1000 responden  dengan margin of error +/- 3.1% pada tingkat kepercayaan 95%.

Dalam pemaparannya, Ali Rif’an juga menjelaskan bahwa dalam temuan surveinya, ada sejumlah masukan publik terkait program kuota internet gratis antara lain yakni: memperbaiki signal internet tidak stabil (23,8%), askes internet yang terbatas (16,0%), pembagian bantuan yang harus lebih merata (13,3%), jumlah kuota internet minim/kecil (9,3%), perlunya pengawasan (5,1%), dan lainnya.

“Ada banyak masukan publik terkait program kuota internet gratis, seperti sinyal tidak stabil, belum merata, pengawasan, dan lainnya. Karenanya, kita berharap pihak-pihak terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika serta peruhasaan-perusahaan provider secara maksimal mensukseskan program ini,” tambah Ali Rif’an.