Prediksi BMKG, Hujan Deras Disertai Angin Kencang Bakal Landa Jatim

Prakiraan cuaca itu terjadi di wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo dan Bondowoso.

Ilustrasi hujan (Foto: Dok RRI)

MONITOR, Sidoarjo – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda di Sidoarjo memprediksi akan terjadi hujan deras disertai dengan angin kencang di sejumlah wilayah di Jawa Timur (Jatim) dalam kurun waktu tiga hari ke depan, sehingga masyarakat diharapkan lebih berhati-hati dengan fenomena alam ini.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda, Teguh Tri Susanto, meminta masyarakat untuk waspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang sesaat pada siang sampai dengan sore hari di wilayah Kabupaten Malang, Kabupaten Probolinggo dan Bondowoso.

“Prakiraan cuaca wilayah Jawa Timur dan sekitarnya hari ini pada pagi hari diprakirakan cerah, berawan dan hujan ringan sampai dengan sedang,” ungkapnya dalam keterangan tertulis, di Sidoarjo, Jatim, Minggu (11/10/2020).

Kemudian pada siang sampai dengan sore hari, menurut Teguh, diperkirakan cerah berawan, hujan ringan sampai dengan sedang dan hujan lebat yang disertai petir.

“Kemudian pada malam hari diprakirakan cerah berawan, berkabut dan hujan ringan sampai dengan sedang,” ujarnya.

Teguh menjelaskan, untuk suhu udara berkisar antara 14 sampai dengan 35 derajat celsius dengan tingkat kelembaban udara berkisar 35 sampai dengan 95 persen.

“Sementara arah angin dominan dari Timur-Tenggara dengan kecepatan 05 sampai dengan 30 kilometer per jam,” katanya.

BMKG juga merilis prakiraan kondisi cuaca maritim perairan Jatim dengan arah angin didominasi dari Timur-Tenggara. Kecepatan angin maksimum di Laut Jawa bagian timur 21 knots (39 km/jam) dan Selat Hindia Selatan Jatim sebesar 25 knots (45 km/jam).

Ketinggian gelombang laut di Selat Madura antara 0,3-1 meter, di Laut Jawa bagian timur antara 0.5-2.5 meter, sedangkan di Selat Hindia Selatan Jatim antara 2-5 meter.

BMKG juga meminta masyarakat mewaspadai tinggi gelombang lebih dari 2,5 meter di Perairan Selatan Jatim dan Samudera Hindia Selatan Jatim.