INTERNASIONAL

WHO Lanjutkan Program Vaksin Covid-19 Meski Tak Didukung Tiga Negara Ini

MONITOR, Jenewa – Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) akan tetap bekerja dengan semua negara yang sudah mendaftar dalam program pengembangan vaksin Covid-19 meski China, Rusia dan Amerika Serikat (AS) belum mendaftar.

“Fakta bahwa dua pertiga negara sudah mendaftar adalah hal yang brilian,” ungkap juru bicara WHO, Margaret Harris, dalam jumpa pers di Jenewa, Selasa (22/9/2020) waktu setempat.

Fasilitas COVAX adalah inisiatif global yang menyatukan pemerintah dan produsen untuk memastikan agar vaksin Covid-19 dapat menjangkau mereka yang paling membutuhkan, siapa pun mereka dan di mana pun mereka tinggal.

Sekitar 180 vaksin untuk memerangi penyakit baru sedang dikembangkan di seluruh dunia, termasuk 35 diantaranya yang sedang diujicobakan pada manusia.

“Kami tidak akan mendukung atau memvalidasi vaksin apa pun sampai terbukti benar-benar aman. Itu harus melewati tingkat standar keamanan tertinggi dan juga efektif,” ujar Harris.

WHO dan mitra lainnya mengklaim bahwa 172 negara telah terlibat dalam diskusi untuk ikut berpartisipasi dalam rencana tersebut.

“Sampai hari ini, 64 negara berpenghasilan tinggi telah menyerahkan komitmen yang mengikat secara hukum untuk bergabung dengan Fasilitas COVAX,” kata kepala Aliansi Vaksin GAVI, Seth Berkley, dalam konferensi pers pada Senin (21/9/2020) lalu.

Seth mengungkapkan, sebanyak 38 negara tambahan diharapkan segera menandatangani komitmen tersebut. Negara-negara ini akan memiliki akses ke vaksin dalam portofolio COVAX dan akan membayar dosisnya sendiri.

Sementara itu, sebanyak 92 negara berpenghasilan rendah yang telah bergabung dengan COVAX akan membeli dosis vaksin untuk mereka.

“COVAX sekarang dalam bisnis, pemerintah dari setiap benua telah memilih untuk bekerjasama, tidak hanya untuk mengamankan vaksin bagi populasi mereka sendiri, tetapi juga untuk membantu memastikan bahwa vaksin tersedia bagi yang paling rentan di mana pun,” ungkap Seth.

Sumber: Anadolu

Recent Posts

Menag: Pendidikan Pesantren Padukan Kecerdasan Akal dan Batin

MONITOR - Pendidikan pesantren tidak hanya mengembangkan kemampuan akal, tetapi juga membentuk kebersihan hati dan…

13 jam yang lalu

Kemenhaj Dalami Dugaan Jual Beli Porsi Haji di Jawa Timur

MONITOR, Surabaya — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Penyelenggaraan Haji dan Umrah…

13 jam yang lalu

IKA Trisakti Hadirkan Trisakti Peduli untuk Gerakkan Alumni Turut Pulihkan Bencana

MONITOR, Jakarta – Ikatan Alumni Trisakti (IKA Trisakti) menghadirkan Trisakti Peduli sebagai gerakan kemanusiaan yang…

13 jam yang lalu

Kemenag Atur Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan Keagamaan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengatur penggunaan gawai di lingkungan satuan pendidikan untuk menciptakan ruang…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Kapasitas UMKM Aceh Terdampak Bencana di Takengon

MONITOR, Takengon — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat pemulihan usaha masyarakat terdampak…

2 hari yang lalu

Keselamatan Jemaah Umrah Harus Diutamakan di Tengah Konflik Arab Saudi-Houthi

MONITOR, Jakarta - Komnas Haji dan Umrah meminta keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah…

2 hari yang lalu