PARLEMEN

Raker Bareng Mendikbud, Komite III DPD RI Tanyakan Bantuan untuk Guru Sekolah Swasta

MONITOR, Yogyakarta – Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menggelar rapat kerja (raker) bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendibud) Nadiem Makarim, secara virtual pada Selasa siang (22/09).

Rapat tersebut membahas tentang implementasi program kerja Kemendikbud, khususnya yang berkaitan dengan Kebijakan Penyelenggaraan Pembelajaraan Tahun Ajaran 2020/2021 di masa pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan rencana program kerja Kemendibud tahun 2021.

Dalam rapat tersebut, Mendikbud menerima berbagai pertanyaan dan masukan, di antaranya dari Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A. Senator asal Yogyakarta ini mempertanyakan tentang bantuan bagi guru honorer yang terdampak Covid-19 di sekolah-sekolah swasta.
“Pemerintah akan mengalokasikan bantuan subsidi gaji bagi pekerja terdampak Covid, termasuk guru honorer sebesar Rp600 ribu perbulan. Bagaimana dengan guru-guru dan tenaga kependidikan di sekolah dan madrasah swasta?” kata pria yang akrab disapa Gus Hilmy tersebut.
Hal lain yang menjadi amatan adalah Program Organisasi Penggerak (POP). Menurut Gus Hilmy, program ini sanga menarik, akan tetapi perlu dikomunikasikan dengan organisasi masyarakat (ormas) yang memang sudah menaruh perhatian dalam bidang pendidikan sejak awal, seperti ormas NU dan Muhammadiyah, juga organisasi guru, PGRI.
“Bolehlah kita punya orientasi global, tapi jangan sampai lupa sejarah dan latar belakang budaya bangsa sebagai bagian dari identitas kita,” saran Gus Hilmy.
Selain itu, untuk menjaga konsistensi dan terlaksananya program yang sudah dicanangkan, Gus Hilmy menyarankan adanya penghubung antara Kemendikbud dan dan Komite III DPD RI. Bagaimanapun, anggota DPD RI yang berbasis di daerah, sangat memungkinkan untuk membantu dan mendistribusikan program Kemendikbud.
Menjawab pertanyaan Gus Hilmy, Menteri Nadiem Makarim mengatakan, “Bantuan guru honorer di sekolah swasta pasti juga akan dapat, asal sudah terregistrasi dalam sistem Kemendikbud.”
Nadiem juga menjelaskan bahwa program POP merupakan prototyping dan laboratory program di mana pemerintah mendanai model baru. Program ini ditunda hingga tahun depan, dan telah berkomunikasi dengan organisasi kemasyarakatan, antara lain dengan NU dan Muhammadiyah.

Recent Posts

Kemenperin dan PIKKO Dorong Penguatan Rantai Pasok Kendaraan Niaga Lokal

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmennya dalam memacu pengembangan industri otomotif nasional,…

3 jam yang lalu

Komisi VIII DPR Usul Beasiswa KIP Kuliah Berlanjut Hingga Jenjang S3

MONITOR, Jakarta - Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap manajemen pengelolaan pendidikan di…

5 jam yang lalu

AI Impact Summit 2026, Wamen Komdigi Jajaki Kerja Sama Semikonduktor

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi), Nezar Patria, telah merampungkan serangkaian…

8 jam yang lalu

DPR Larang Sweeping Rumah Makan Selama Bulan Suci Ramadhan

MONITOR, Jakarta - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang, memberikan dukungan terhadap kebijakan larangan…

11 jam yang lalu

Jemaah Sakit di Negara Transit, Kemenhaj Evaluasi Asuransi dan PPIU

MONITOR, Jakarta - Pelindungan terhadap jemaah haji reguler, haji khusus, maupun umrah merupakan bagian dari…

15 jam yang lalu

Menag Nasaruddin Siapkan Madrasah Terintegrasi 21 Hektare di IKN

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar merencanakan pembangunan Madrasah Terintegrasi di Ibu Kota Nusantara…

19 jam yang lalu