JATENG-YOGYAKARTA

Tebus Pupuk Subsidi, Petani Gunungkidul Wajib Gunakan Kartu Tani

MONITOR, Gunungkidul – Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu daerah yang siap mengimplementesikan Kartu Tani. Di bulan ini, petani yang ingin menebus pupuk bersubsidi wajib menggunakan Kartu Tani.

Menurut Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, penggunaan Kartu Tani mengubah kebiasaan.

“Jika sebelumnya distribusi pupuk subsidi kita lakukan manual, sekarang mulai beralih ke Kartu Tani. Cara ini kita pastikan aman. Karena pupuk subsidi akan tersalurkan dengan tepat ke penerima manfaat,” tuturnya, Minggu (20/9/2020).

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Sarwo Edhy, mengatakan implementasi Kartu Tani dilakukan secara bertahap.

“Per 1 September, Kartu Tani akan diterapkan di 4 daerah terlebih dahulu yaitu Pulau Jawa, Madura, Sumbawa, dan Sumbawa Barat. Kita harapkan tahun 2021 Kartu Tani bisa efektif di seluruh Indonesia,” tuturnya.

Sarwo Edhy menjelaskan, program Kartu Tani memiliki banyak manfaat yang bisa dirasakan petani.

“Dengan Kartu Tani, pendistribusian pupuk subsidi akan jauh lebih maksimal. Tapi, fungsi Kartu Tani lebih dari itu. Kartu Tani akan menjadi acuan bagi pemerintah untuk menyalurkan bantuan-bantuan lain untuk petani,” terangnya.

Gunungkidul sendiri telah melakukan uji coba transaksi dengan Kartu Tani. Ujicoba dilakukan Kelompok Tani Sedyo Mulyo di Kapanewon Ponjong, di salah satu kios bahan pangan.

Hal tersebut disampaikan Koordinator dari Balai Pelatihan Pertanian (BPP) Ponjong, Jiman.

“Sudah kami coba dan informasi mengenai kuota pupuk subsidi yang didapat petani juga keluar setelah digesek ke mesin EDC,” jelas Jiman.

Jiman memastikan Kartu Tani bisa langsung digunakan. Pihaknya pun siap turun untuk memandu para petani dalam penggunaannya, termasuk jika terjadi kendala teknis

Sementara Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Gunungkidul Raharjo Yuwono menjelaskan pengadaan Kartu Tani ini bekerjasama dengan salah satu bank pemerintah.

“Jadi Kartu Tani ini menjadi alat transaksi bagi para petani untuk mendapatkan pupuk subsidi. Uji coba sebelumnya sudah kami lakukan,” jelas Raharjo.

Ia menjelaskan, kios-kios yang menyediakan bahan pupuk bersubsidi ini akan diberikan mesin Electronic Data Capture (EDC). Para petani tinggal menggesekkan Kartu Tani tersebut ke mesin EDC yang tersedia.

Nantinya, lewat informasi dari mesin EDC, petani bisa mengetahui berapa jatah pupuk subsidi yang didapatkan.

Recent Posts

Muktamar NU Memanas; 9 Ulama Jadi Penentu, Hery Haryanto Azumi Berpeluang jadi Jalan Tengah

MONITOR, Jombang - Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama memasuki fase krusial. Konfigurasi kepemimpinan PBNU periode 2026–2031…

8 jam yang lalu

Kasus Yogi Mentawai: Ombudsman Dorong Negara Kedepankan Pembinaan

MONITOR, Jakarta - Ombudsman Republik Indonesia menaruh perhatian terhadap perkara Yogi Gilang Arya Setia, warga…

1 hari yang lalu

Kuasa Hukum UIN Jakarta: Penataan SIP Pamulang Bagian dari Pengamanan Aset Negara

MONITOR, Jakarta - Kuasa Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Alwanih, S.H., M.H., menegaskan penataan dan…

1 hari yang lalu

Jelang ESDP 2027, Kemnaker dan IM Japan Perkuat Kesiapan Peserta Pemagangan Indonesia

MONITOR, Tokyo – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama International Manpower Development Organization (IM Japan) membahas kesiapan…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM Pastikan Banpres bagi UMKM Terdampak Bencana Sumatera Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan Bantuan Presiden…

2 hari yang lalu

Danantara Indonesia Tinjau Integrasi Tiga Pilar Layanan Jasa Marga untuk Tingkatkan Customer Experience

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat integrasi tiga pilar layanan, yaitu layanan preservasi,…

2 hari yang lalu