PEMERINTAHAN

Soal Prokes Covid-19, Menpan RB Akan Awasi Kedisiplinan ASN

MONITOR, Jakarta – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB), Tjahjo Kumolo, mengungkapkan bahwa pihaknya akan mengawasi secara ketat kedisiplinan Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Kami sangat menekankan agar seluruh Pegawai ASN disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengawasan yang ketat atas penerapan protokol kesehatan Pegawai ASN dari masing-masing PPK (Pejabat Pembina Kepegawaian) pada kementerian/lembaga/daerah,” ungkapnya kepada wartawan, Jakarta, Jumat (18/9/2020).

Prokes tersebut, Tjahjo menyebutkan, seperti penggunaan masker, perilaku hidup bersih dan sehat serta pembatasan pertemuan tatap muka secara langsung. Hal tersebut, menurut Tjahjo, sebagaimana telah ditetapkan dalam Surat Edaran (SE) Menpan RB Nomor 58 Tahun 2020 sebagaimana telah diubah dengan SE Nomor 67 Tahun 2020.

Selain itu, Tjahjo mengatakan, pihaknya akan terus mendorong agar kementerian/lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan bahwa pegawainya tetap sehat dan tidak terinfeksi Covid-19 dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun menyelenggarakan pemerintahan.

“Himbauan tersebut telah kami sampaikan melalui Surat Nomor 193 sampai dengan Nomor 203 tanggal 12 Agustus 2020,” katanya.

Dalam surat tersebut, Tjahjo mengingatkan PPK pada kementerian, lembaga dan pemerintah daerah untuk memastikan terlaksananya prokes seperti penyediaan sarana cuci tangan, hand sanitizer, memastikan ventilasi udara dan memberikan perhatian dan memprioritaskan rapid test secara berkala kepada Pegawai ASN.

“Kami meminta agar para Pejabat Pembina Kepegawaian pada kementerian/lembaga/daerah selalu melaporkan efektivitas pelaksanaan penyesuaian sistem kerja dalam tatanan normal baru di masa Pandemi Covid-19, hal ini sebagaimana telah kami sampaikan dalam SE Nomor 58 Tahun 2020,” ujarnya.

Selain itu, Tjahjo menambahkan, khusus untuk kementerian/lembaga/daerah di wilayah Jabodetabek, melalui SE Nomor 65 Tahun 2020, pihaknya meminta para PPK melaporkan secara rutin setiap minggunya pelaksanaan pembagian tugas kedinasan (work from home/work from office) dan shift kerja Pegawai ASN.

“Hal tersebut untuk mencegah terjadinya penularan yang dapat terjadi di transportasi umum ataupun lingkungan kantor,” ungkapnya.

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

1 hari yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

2 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

2 hari yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

2 hari yang lalu