Ditjen PSP Kementan Bangun Embung untuk Pertanian di Situbondo

Embung Situbondo, Jawa Timur

MONITOR, Situbondo – Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) turut mendukung pertanian di Situbondo, Jawa Timur. Dukungan direalisasikan dengan pembangunan embung di Desa Klampokan Kecamatan Panji.

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa air adalah komponen penting dalam pertanian.

“Air adalah salah satu faktor penting dalam upaya peningkatan hasil produksi pertanian. Dengan ketersediaan air yang memadai, pertanian bisa terus berlangsung. Dan salah satu cara menjamin ketersediaan air adalah dengan membangun embung,” tutur Mentan SYL, Sabtu (19/9/2020).

Sementara Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Sarwo Edhy, mengatakan bahwa embung memiliki banyak manfaat buat pertanian.

“Embung bermanfaat sebagai penampung air, baik pada saat musim penghujan maupun dari sumber mata air yang ada. Air yang tersedia ini bisa dimanfaatkan juga untuk menghadapi musim kemarau,” terangnya.

Sarwo Edhy menegaskan, proses pembangunan embung ini telah memenuhi beberapa syarat, antara lain tekstur dengan tanah liat berlempung. Keudian kemiringan lahan areal pertanaman antara 8 – 30% agar limpahan air permukaan dapat dengan mudah mengalir ke dalam embung dan air embung mudah disalurkan ke petak-petak tanaman, dekat dengan saluran air yang ada disekitarnya atau memiliki aliran sumber mata air.

“Petani kita harapkan dapat ikut menjaga keberadaan embung sehingga manfaat yang diterima akan terus berlanjut,” harapnya.

Embung pun diharapkan dapat meningkatkan hasil produksi pertanian secara umum. Juga petani organik yang ada disekitar bangunan embung di Desa Klampokan Kecamatan Panji.

“Dengan meningkatnya hasil produksi pertanian, diharapkan juga dapat meningkatkan kesejahteraan petani. Selain itu juga diharapkan ada pengembangan-pengembangan dalam pemanfaatan embung yang telah ada, sehingga dapat menambah pemanfaatan embung tersebut,” tuturnya.

Kabupaten Situbondo berada pada ketinggian 0 – 1.250 m diatas permukaan air laut. Tekstur tanah pada umumnya tergolong sedang 96,26%, tergolong halus 2,75% dan kasar 0,99%.

Jenis tanah daerah ini berjenis antara lain alluvial, regosol, gleysol, renzine, grumosol, mediteran, latosol serta andosol.

Temperatur rata – rata di wilayah Situbondo berkisar 24,7 °C – 27,9 °C dengan rata-rata curah hujan antara 994 mm – 1.503 mm per tahunnya. Menurut Klasifikasi Iklim Schmidt dan Fergusson, Situbondo tergolong daerah kering.

Oleh karena itu keberadaan embung pertanian sangatlah membantu dalam rangka menyediakan air irigasi cadangan pada saat musim kemarau tiba.

Pada tahun 2019, Kabupaten Situbondo mendapatkan bantuan kegiatan pembangunan embung pertanian yang terletak di Kelompok Tani Tirto Dimulyo III Desa Klampokan Kecamatan Panji.

Kegiatan tersebut merupakan Program Bantuan Pemerintah yang berasal dari Dana Tugas Pembantuan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2019, melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo.

Kegiatan Pembangunan Embung Pertanian ini merupakan usulan yang telah disampaikan oleh anggota melalui pengurus Kelompok Tani Tirto Dimulyo III, dan ditindak lanjuti oleh Petugas Lapang ( PPL dan Mantri Tani ) kepada Seksi Prasarana Sarana Bidang Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Situbondo sehingga dapat terealisasi pembangunannya pada tahun anggaran 2019.

Kasie Prasarana Sarana Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Situbondo menyampaikan, Eny Bahariana, mengatakan kelompok berkewajiban mengelola embung dengan baik.

“Jangan sampai dibiarkan begitu saja, kalau bangunannya terawat dengan baik maka manfaatnya akan berkelanjutan bagi petani sekitar,” katanya.