ENERGI

Rencana Ambil Alih Blok Rokan Diharap Tingkatkan Lifting Minyak Nasional

MONITOR, Jakarta – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berencana untuk mengambil alih blok WK Rokan. Rencana Pertamina tersebut untuk memastikan blok Rokan sepenuhnya dikendalikan 100%  pada Agustus 2021. Penegasan tersebut disampaikan PT PHU pada rapat bersama Komisi VII DPR di Jakarta.

Persiapan pengambil alihan operasional wilayah kerja (WK) Blok Rokan oleh PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) dilakukan secara maksimal  di masa transisi. Masa transisi pengambilalihan hulu Rokan diharapkan   berjalan lancar dan baik. PHR memiliki ekpektasi terhadap pengelolaan Blok Rokan untuk memastikan produksi minyak yang akan dihasilkan oleh Rokan bisa stabil dan meningkat menjadi 190.000 BOPD bahkan 200.000 BOPD setelah alih kelolah.

Anggota Komisi VII DPR RI, Saadiah Uluputty meminta kepada Pertamina Hulu, agar menyiapkan pengambilalihan blok migas yang akan berakhir masa kontrak secara sungguh – sungguh.

“Proses pengambilalihan blok migas harus disiapkan secara sungguh – sungguh. Penyiapan ini penting untuk memastikan terjadi peningkatan kapasitas produksi migas secara nasional dalam pengelolaan sumur migas secara mandiri”, kata Saadiah di Jakarta (15/9).

Saadiah mencatat, dalam perkembangan beberapa tahun belakangan, produksi Blok Rokan mengalami penurunan signifikan. “Data produksi dari 2018 ke 2019, terjadi penurunan produksi minyak di Blok Rokan. Lifting turun bahkan mencapai 20.000 barel per hari”, buka politisi Fraksi PKS ini.

 Efek penurunan lifting minyak Blok Rokan tandasnya, berdampak turunnya rerata produksi minak secara nasional. “Target ekspektatif terhadap produksi migas nasional akan bergeser. Itu tidak positif”, imbuhnya.

 Maka, Saadiah mengingatkan, pengalihan pengelolaan menjadi 100% oleh Pertamina Hulu perlu disiapkan matang. “Jika sudah 100% sudah dikendalikan,  lifting Blok Rokan dapat ditingkatkan kuantitasnya. Mendukung pemenuhan target APBN 2020, produksi minyak dipatok mencapai 755.000 barel per hari.  Lifting minyak di Blok Rokan jangan sampai jatuh bebas seperti produksi 2018 dan 2019”, sambung Saadiah.

Ia mendukung langkah Pertamina pada masa  transisi dengan   melakukan pemetaan kontrak-kontrak yang ada di PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), sebagai pengelola WK Rokan saat ini. Termasuk rencana untuk mengambil alih Blok Jabung.

“Untuk Blok Jabung, kami juga mendorong agar Pertamina Hulu dapat mengambil alih dan dikelola 100% pada saat terminasi nanti di Februari 2023. Masih banyak waktu untuk melakukan persiapan. Pertamina harus percaya diri untuk mengoperasikan Blok tersebut secara mandiri”, harap Saadiah. 

Recent Posts

Satgas Kahurtla TNI Gelar Sholat Istisqo dan Sosialisasi di Melawi

MONITOR, Melawi - Satgas Karhutla TNI wilayah Melawi menggelar Sholat Istisqo sekaligus sosialisasi penanggulangan kebakaran…

8 jam yang lalu

Kemnaker: 81.171 Lowongan Kerja Aktif di Karirhub Masih Terbuka

MONITOR, Jakarta — Sebanyak 81.171 lowongan kerja masih aktif dan dapat dilamar melalui Karirhub Kementerian…

13 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Ekosistem Laundry melalui Pemetaan Usaha

MONITOR, Jakarta - Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurahman mendorong pengusaha dan…

22 jam yang lalu

Kemenag Rp80,2 Miliar untuk Pulihkan Sarpras 902 Pesantren di Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan bantuan Rp80,215 miliar untuk pemulihan sarana dan prasarana pascabencana…

22 jam yang lalu

Kemenhaj Kawal 282 Jemaah Umrah PT AAT, Keberangkatan Dijadwalkan Bertahap Mulai 15 September

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI terus memperkuat pengawasan dan pelindungan terhadap…

22 jam yang lalu

Kemnaker: Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan mengingatkan pekerja untuk memahami hak dan kewajiban serta mencermati isi…

23 jam yang lalu